Friday, December 19, 2008

CARI-CARI BOTOL SUSU

Kemaren2 sempat baca artikel tentang material plastic yang berbahaya. Awalnya sih kepikirannya, itu cuma buat lingkup plastic kemasan air atau kemasan gorengan. Eh ternyata botol bayi dan feeding setnya juga termasuk lingkupnya. Selama ini kan kita taunya, botol plastic air minum dan plastic pembungkus itu kan ga baik ya buat kesehatan. Akhirnya ada panduan, kalo mau aman, lihatlah nomor kode material plastic yang ada di dasar kemasan. Berikut aku ambilkan artikel tentang masalah perplastikan ini: Antisipasi kita sebagai pengguna material plastic harus dimulai dari memahami kodifikasi dan numerasi material yang biasanya tercantum pada bagian dasar kemasan plastic tersebut. Ini nih kodifikasi dan numerasi itu…
1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
2. HDPE (high density polyethylene)
HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti PET, kode ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
3. PVC (polyvinyl chloride)
PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4. LDPE (Low density polyethylene) LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
5. PP (Polypropylene)
PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
6. PS (Polystyrene)
PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
7. OTHER (acrylonitrile butadiene styrene acrylic, polycarbonate, polylactic acid, nylon, fiberglass)
Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate. Dampak / efek yang ditimbulkan oleh BPA untuk laki-laki adalah : penurunan produksi sperma , penambahan berat prostat dan kanker testis Dampak / efek yang ditimbulkan untuk perempuan adalah : ketidaknormalan perkembangan endometrium yg dpt menyebabkan infertilitas serta meningkatkan resiko terkena kanker payudara Dampak / efek yang ditimbulkan BPA untuk bayi adalah : dampak terbesar bagi anak-anak, bayi dalam kandungan, bayi baru lahir karena ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun dampaknya tidak langsung tampak tapi perlahan lahan pasti …..
Untuk menghindari dampak BPA pada si kecil
1. Hindari penggunaan botol polycarbonat yg mengandung BPA, ganti dgn botol bebas BPA atau botol yang terbuat dari kaca / gelas

2. Bila mau menggunakan botol plastik, pilih botol yang menggunakan polypropylene / polyethylene yang tidak keras dan mengkilat

3. Cari tanda BPA FREE pd botol susu yang anda beli

4. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plalstik karena dapat memicu pelepasan BPA, sebaiknya gunakan wadah yg terbuat dari kaca atau keramik.
5. Cucilah botol dgn menggunakan spons yang halus agar tidak merusak lapisan plastiknya. Jangan sikat botol ya moms……
6. Belajar membaca kandungan plastik. Singkirkan produk plastik yg mengandung bahan2x seprti : DBP, DEP, DEHP, DMP.Gunakan polyethylene( #5), dan HINDARI polikarbonat (#7).

7. Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah TERGORES/RUSAK atau kusam.

8. Berikan ASI langsung dari sumbernya. Dijamin 100% BPA-free.
9. Jika si kecil sudah bisa menggenggam dan memegang, ajarkan dan biasakan minum dari gelas atau training cup yang aman material dasarnya.
10. Untuk menyuapi si kecil, mangkok makanan dari bahan yang aman, misalnya keramik, plastic BPA-free, atau melamin kualitas baik.
Heuheuu…selama ini aku meminumkan susu ke Azki dengan botol polycarbonate. Maaf ya Nak. Ini ibu juga lagi nyari pengganti botol eksisting.
Dan berdasarkan obrolan ibu-ibu di milis tetangga, aku mendapat informasi tentang brand botol-botol BPA-free itu.
1. Richell, terbuat dari PPSU alias Polyphenysulfone. Range volume 200 cc-260cc, range harga 128rb-134rb (@mivi babyshop, juli 2008). Kompatibel dengan nipple pigeon wide neck.
2. Playtex. Ini seperti yang dipakai Suri Cruise binti Tom Cruise, Bentuknya botol yang diisi plastik disposable. Boros, lumayan ngajak miskin juga kalo kurang dukungan finansial, apalagi kalo minumnya sufor yang hari gini bujugbuneng mahalnya :p

3. Green to Grow. Range volume 150 cc-300cc, range harga 105rb-125rb (mivi babyshop) comes in regular neck and wide neck. Kompatibel dengan nipple pigeon peristaltic.

4. Chicco botol kaca

5. Medela. Botol ini kompatibel bila dipasangkan dengan dot dan ring dan cap dari pigeon. Comes in one size, 150 cc. Range harga 130rb-an per 3 botol. Sebetulnya menurutku lebih berfungsi sebagai botol penyimpan ASI, karena paketnya ga dilengkapi dengan nipple.
6. Born Free. Menurut info, botol dan training cups ini bisa dibeli di Children Store Pacific Place dan Senayan City. Range volume adalah 160 cc-300 cc, dan range harga adalah 115rb-125rb (juli 2008)

7. Pigeon Mag Mag

8. Pigeon botol kaca 120 cc
9. Pigeon botol plastic warna kekuning-kuningan

10. Puku Petit botol bersendok

11. Adiri. Cek di www.adiri.com . Botolnya lucu banget, warnanya atraktif, dan di-sounding secara ergonomi bagus untuk bayi. Volume 236 cc, harga 150rb.

12. The First Year feeding set

Waduh, muahall rek!! Ada ga sih yang murah tapi aman? Hayuu dipilih-dipilih, sayang anak-sayang anak…kalo ada duitnya mah ga papa..Dan jangan lupa ajak anak berdoa sebelum makan agar semua yang masuk ke perut bayi kita bermanfaat untuk perkembangannya.
OK ibu-ibu? Semoga info ini bermanfaat buat kalian semua. Let’s give the best for our babies J

2 comments:

Rezas said...

yes agree susah nak cari botol susu yang bertepatan.saya tertarik ngan botol susu ni botol susu iiamo
ada jual di sana tak?

mommy-azki said...

I didn't use any kind of bottle
so I don't have any idea if iiamo bottle is available or not in Indonesia