Tuesday, May 3, 2011

Yu Atun

Fenomena pengasuh anak sudah ada sejak dahulu. Bahkan sejak ayah-mamaku masih kecil. Karena nenek2ku pedagang dan beranak banyak, yaa mempunyai pengasuh anak adalah opsi yang masuk akal. Kebiasaan memakai pengasuh di keluarga tetap bertahan saat aku dan kakakku lahir. Karena ayah bekerja sekaligus kuliah dan mama mempunyai usaha cemilan, jadilah aku dan kakakku tumbuh diasuh "nanny" (halah..keren amat istilahnya).

Pengasuhku bernama Yu Atun alias Yu Tun. Sapaan "yu" berasal dari kata "mbakyu", jadi karena dulu beliau masih muda ya manggilnya "yu". masa dipanggil "mbok"? hehe.. kata mama Yu Tun mulai bekerja untuk kami saat dia berumur 16 tahun. Wallahu a'lam. Yu Tun ini asalnya dari Kroya, dekat Cilacap. Karena diminta oleh nenekku, maulah dia berkelana hingga ke Bandung untuk mengasuh 2 krucils, aku dan kakakku. Kata mama, aku yang paling dekat sama Yu Tun. Dari bangun tidur sampe tidur lagi malam hari, aku selalu nempel sama Yu Tun. Bahkan Yu Tun masak pun aku tetep nempel, digendong pake kain jarik dan dikempit di bawah keteknya. huahahahaha...wah pokoknya apa2 Yu Tun deh...

Saat keluarga kami pindah ke Solo, Yu Tun ikut juga. Yu Tun nganter-jemput aku ke TK. Kalo jemputnya telat, bisa dipastikan aku akan menunggu di pojokan teras kelas sambil sesenggukan :D. Pulang sekolah jam 10 pagi Yu Tun langsung menyuapi aku makan. maklum dulu aku sangat langsing..walhasil harus makan berat 4x sehari.

Saat aku sudah masuk SD dan mama menyuruh aku berlatih berangkat-pulang sekolah sendiri, tugas Yu Tun berkurang. Dia lebih banyak berkutat di dapur, bahu-membahu dengan ART yang lain, masak atau beberes.

Saat aku pindah ke Bontang, Yu Tun pulang ke Kroya. Dia ngga mau meninggalkan simboknya yang sakit di sana. Ya suwd..saat di Bontang itulah pertama kalinya mamaku merawat bayi (adikku) tanpa ART. Tapi saat ayah-mama berangkat haji, Yu Tun berdinas lagi, tapi di Solo. Jadi selama hampir 2 bulan adikku dititipkan ke nenekku dan Yu Tun di Solo dan aku & kakakku tetap di Bontang.

Belasan tahun mengasuh anak dari satu keluarga gitu, pertanyaannya adalah: memangnya Yu Tun ngga nikah? ternyata memang tidak menikah selama dia mengasuh anak2. Sampai suatu hari kami mendengar dia menikah. Kami 3 bersaudara memang sudah relatif mandiri, tidak ada lagi bayi yang harus diurus. Sayangnya Yu Tun tidak datang saat aku menikah, karena dia sedang menunggu kedatangan anaknya dari luar Jawa.

Kemarin malam mamaku menelepon, mengabarkan bahwa Yu Tun meninggal. Kaget sekali aku,,selama ini ngga pernah terdengar kabar apa2, tau2 meninggal. Langsung deh aku teringat kembali masa2 diantar ke sekolah naik sepeda tua. Yu Tun juga yang nemenin aku kalo mama-ayah ke luar kota.
Selamat jalan ya Yu Tun, semoga kebaikan2mu terhadap keluarga kami diterima di sisi-Nya.

Jaman sekarang, susaaah sekali mencari pengasuh yang setia bertahun-tahun. Mencari yang baik dan pintar momong masih lebih gampang, walopun kadang susah juga *halah piye tho ga konsisten*. Pengasuh keponakanku, baru 1 tahun sudah resign karena mau menikah, pdhl umurnya masih sekitar 19 tahun. Dia tau kali ya, nikah itu enak, hehehe...buat yang sedang berjuang mencari ART setia, selamat berjuang yaa..

4 comments:

lidya said...

perjuangan ya mencari pengasuh.

zee said...

Menyenangkan punya kenangan manis seperti itu, Mbak. Aku karena kecilnya diasuh mami dan tante sendiri jadi memang kenangan itulah yg membekas.
Doa mbak untuk Yu Atun pasti menenangkan dirinya di sana, karena ternyata momongannya dulu masih ingat padanya. :)

Laily said...

@lidya: yoiii..mencari yg loyal dan pintar momong itu susah sekali jaman sekarang

@zee: ya, kalo momongnya lama gitu akan susah lupanya, Mam :)

Rakhmita Akhsayanty said...

bersyukur banget diasuh sama pengasuh yang baik.... katanya, anak itu yang penting kebutuhan kasih sayangnya terpenuhi. Tak soal kebuuhan itu dipenuhi oleh ibu kandungnya sendiri atau bukan. Nahyolo :D