
Selama 2 bulan Azki di Solo, ayah selalu setia berkunjung dengan frekuensi 2-4 minggu sekali. Azki senang kalo ayah dateng, karena akan digendong kalo nangis.
Selama 2 bulan Azki di Solo, ayah selalu setia berkunjung dengan frekuensi 2-4 minggu sekali. Azki senang kalo ayah dateng, karena akan digendong kalo nangis.
Azki lahir di Solo, sementara ayah kerja di Jakarta. Walhasil ayah tiap 2-4 minggu sekali datang menjenguk. Naik kereta cap Senja Utama. Namanya Utama, tapi pas di perjalanan suka ngga diutamain sama kereta yang lain. Sampai-sampai ayah selalu datang kesiangan sampai Solo. Merepotkan kah? Ya coba tanya sama ayah Azki. Yang pasti capek, karena 2 malam di kreta, dan 1 malam tidur di Solo sama Azki dan ibu. Untunglah setiap kali ayah datang, Azki selalu dalam keadaan sehat dan selalu bertambah kemampuan motoriknya. Pas Azki umur 2.5 bulan, ayah menemukan bahwa Azki sudah bisa tertawa ke semua orang yang ngegodain dia. Lucu, kata ayah.
Btw, Azki sampai kapan yaa di Solo?? Nene dan ngkong sudah pengen lihat Azki, tapi yang uti dan mbak Sri sekalian mbak Catur yang nyuci popoknya Azki malah ngga mau nglepas Azki, hehe..nah loh, rebutan gih sono..kok ga ada yang ngangenin ibu ya??
Ayah Azki sabar dulu yaa...nanti kalo Azki dah umur >3 bln baru pulang.
Yuk ahh…lanjut lagi wisata kulinernya,
Alhamdulillahirabbil ‘alamin…telah lahir putri dari Laily dan Malik yang diberi nama Qonita Nur Adzkia a.k.a Azki pada tanggal 26 Agustus 2008.
Azki lahir di status kehamilan overdue, yaitu minggu ke-41. Perkiraan lahir sih 18 Agustus, tapi karena rahim ibu sangat hangat, Azki jadi betah deh di dalam, hehe..Saat sudah terlambat seminggu dari EDD (estimated Due Date), SpOG-ku dr. Soffin di RS PKU Muhammadiyah Solo memutuskan tindakan induksi. Awalnya aku ga mau, takut euy...tapi ternyata melalui USG, kata dokter plasentanya sudah matang dan cairan amnionnya bisa keruh dan akan berbahaya buat janin. Waaah..tambah serem. Ya suwd laa..aku pasrah sajah diinduksi. Awalnya induksi tablet, tapi ga mempan alias ga da rasa-rasa mules. Terus ditambah dengan induksi infus dan suntik. Nah..mulai ada mules dan pembukaan 2. tapi mulesnya tuh masih bisa ditolerir, buktinya aku masih nyante aja baca koran dan bolak-balik toilet sampe dokternya heran. Akhirnya karena induksi yang sudah selama 20 jam itu ga mempan, aku digiring pula ke ruang operasi. Dingin euy ruangnya, suara pisau”nya juga menambah suasana angker (halah..) Duh..andai boleh request musik yaa..tapi RS ini tidak ada kebijakan seperti itu kayanya. Eh..baru sekitar 10 menit aku gemeteran antara takut dan kedinginan, terdengarlah suara malu-malu “oe..” pendek aja sih, dengan decrescendo dan pianissimo. Ih…dia keluarr!! Ditaruhlah bayi itu di atas dadaku (setelah selesai tes APGAR). Ceritanya mau IMD, tapi gagal karena aku ngantuk, hehe…
Aku dan Azki ga pake layanan rooming-in. Kalo pas mau liat Azki, tinggal telpon bagian suster atau minta ayah Azki untuk ambilkan Azki di ruang bayi. Waktu itu belum nyadar tentang Breast Feeding (lemot yaa…padahal
Akhirnya tanggal 29 Agustus aku pulang dari RS. Statusnya sudah jadi ibu euy, tepat di hari ulang tahunku J Semoga Allah memberi aku dan suami kesehatan dan rezeki yang cukup untuk membesarkan dan mendidik Azki menjadi anak sholihah, Amiin!
Naluri wanita, baik hamil maupun tidak tetap sama: belanja. Termasuk aku, hihi…Pikiran pertama dalam shopping list ibu hamil adalah baju bayi. Nah, segeralah aku bersama yang uti meluncur belanja segala baju-celana buat Azki. Pas belum kelakon alias terlaksana, awalnya mau belanja di ITC Kuningan. Ternyata Bu Ita, Manajer Proyekku, menyarankan buat belanja di Pasar Cipulir, karena harganya murah dan kualitasnya ga kalah ama ITC. Dan ternyata bener dong, murah-meriah-sejahtera (untuk ukuran
Itulah perlengkapan baju standar buat bayi-menurut aku. Patut diakui lah skill menawar yang uti. Sampe2 penjaga tokonya mengancam akan gulung tikar, tutup took, heheh…
Ternyata masih banyak perlengkapan yang harus dibeli untuk menyambut kehadiran bayi. Yang tadi belum seberapa lho, ternyata.
Sampai di Solo, makin menggilalah itu ambisi berbelanja. Berbekal pengalaman yang uti, akhirnya inilah hasil hunting di Solo:
Di luar list-ku, ternyata yang uti belanja sendiri lagi lho buat calon cucunya!
Aku juga belanja lagi:
Itu sih, yang esensial. Beberapa newmom lain mungkin akan lebih banyak lagi. Setelah kubandingkan, ternyata aku tidak membeli:
Hmm.. banyak juga belanjaannya, padahal itu belum heboh loh. Lumayan menguras kocek, tapi ada beberapa di antaranya yang bisa dipakai untuk beberapa adeknya Azki nanti, hihii..
Ayo expecting mothers dan kawan-kawanku, berburu barang bayi itu menyenangkan loooh, yang ngga menyenangkan Cuma pas bayarnya aja, heheh…