Saturday, February 13, 2010

Toilet Training untuk Azki

Akhirnya ibu berupaya keras mengalahkan rasa malasnya agar bisa segera mentatur Azki.

Langkah apa saja yang ditempuh ibu di proyek besar ini?

Langkah pertama adalah membeli potty alias pispot. Yang biasa aja, plastik warna pinky cap Kiramas. Ada yg bagus capnya Puku Petit, tp harganya 4x lipat. Weleh, mahal2 cuma buat wadah T-41, hihihi..ngga rela eike. Mending buat beli buku di Gramed :p, atau mborong film di ITC kuningan :D

Langkah kedua adalah mengajak Azki berkenalan dengan sang potty. Sejak di toko Azki sudah jatuh hati dengan sang potty. Bahkan hampir ngga mau dibawa ke kasir. sampai di rumah, itu potty ditunggangi mulu. Giliran piss, di samping potty, hehehe..

Langkah ketiga, mendudukkan Azki di potty sesaat setelah bangun tidur. 3 kali percobaan pertama, sukses!! suksesnya cuma buat acara pipip setelah bangun tidur. selain waktu tsb, gagal total. Apalagi pupnya, Azki kalo ngeden ngga keliatan dari mukanya. jadi suka terlambat dibawa ke potty. tapi ya ngga papa, namanya juga belajar, belum ada 1 minggu pula umur si potty.

Langkah keempat, berusaha keras bercanda saat kebobolan, alias Azki pipis/pup di luar potty. Kadang Azki suka marah kalo didudukkan di potty. makanya kadang pottynya dibawa ke halaman belakang, dan Azki diajak duduk di situ sambil diiming2i ada kucing lewat. Hehe..padahal boong :p

Langkah kelima, mengurangi pemakaian reusable diaper dan celana plastik. Ini biar Azki merasa risih kalo urinenya mulai mengucur. Biasanya kan kalo pake celana plastik, dia diem aja. Nah, karena sudah lepas, dia bisa nunjuk2 ompolnya sambil bilang "nih,,iniih,,". Yang kelabakan adalah Sang Emak, neneknya Azki. karena sofanya sudah jadi korban ompolnya Azki, dan menantunya ini tidak mau berrtanggung jawab. Akhirnya emak protes kenapa Azki ngga pake celana plastik. Kayanya kalo Azki keseringan ngompol di rumah emak, bisa2 dilarang main ke sana nih :D.

Yah..begitulah awal dari Toilet Training untuk Azki. Toilet Training atau Toilet Learning ya? pilih Training aja ah,, kan kaya Training Cup, Training Center, Celana Training, hehehe...ngga penting :p

Nah, belum ada sebulan ini, Azki sudah mulai menunjukkan tanda2 kemajuan. Lebih cepat ngasi tau pertanda mau pup. dan langsung cepat2 ke potty kalo sudah pipis, hihihi...^_^

Anak penjual nasi uduk di depan rumahku sedang hamil 6 bulan.
Iseng-iseng aku nanya:

A : sudah ketauan dong, cewe/cowonya
X : belum
A : lho, emang ngga di-USG?
X : ah ngapain. orang kita mah, dikasi cewe/cowo, sama saja. Mahal Ly, klo USG.
A : oh gitu. Tapi USG ngga cuma ngliatin jenis bayi lho.
X : emangnya bisa ngapain aja?
A : macem-macem. tinggal tanya sama dokternya

Aku jadi teringat dua tahun lalu saat hamil Azki. Ketika di-USG, pertanyaan yang beberapa kali kuajukan adalah: estimasi berat janin, ukuran kepala, lokasi plasenta, lokasi tali pusar, air ketuban, jumlah tangan-kaki janin, dan posisi janin. Waktu itu, kalo istirahat di kantor suka nonton TV. Beritanya suka aneh2. Bayi yang sakit ini-lah, bayi yang cacat itulah..makanya suka parno sendiri. sama temen kantor malah dilarang nonton berita kaya gitu. katanya pamali. akhirnya nonton TVnya pas infoteinmen sajah, hehehe..*karena sdg hamil, dapat dispensasi tidak sering turun lapangan, tapi harus memantau kondisi penawaran material --disambi nonton TV tentunya, hehe

Balik ke cerita USG tadi. Apakah biaya cek melalui USG mahal? ya relatif. 8 bulan pertama masa kehamilan, biaya USG-ku di RSB Duren Tiga adalah 75 ribu, kira2 segitulah. Nah pas pindah ke Solo, biayanya adalah 25 ribu. Ya mungkin untuk beberapa orang memang mahal. Tapi itu omong kosong saja, lha wong para suami di daerah sini sanggup kok mbakar rokok puluhan bungkus dalam 1 bulan. kenapa disuruh USG malah bilang mahal?

Kisah TK di Belakang Rumahku

Beberapa minggu lalu, ada musibah kecil di depan rumah.

Seorang anak kecil, siswa TK di belakang rumah, tertabrak angkot saat hendak meenyeberang jalan.
Si anak ini terluka di bagian pelipis, dan segera dibawa ke rumah penjual alat listrik untuk diobati. Tidak luka parah, karena masih bisa berjalan sendiri.

Pertanyaannya: Bagaimana mungkin, pada jam sekolah, seoorang siswa TK bisa keluyuran ke jalan hingga tertabrak? Di mana gurunya? di mana orang tuanya? Apakah sekolah tidak punya pintu gerbang? Inilah yang menjadi bahan kemarahan tetangga sebelah rumah.

Sekilas tentang TK ini.
Kegiatan belajar-mengajar TK ini berlangsung di teras sebuah rumah, dindingnya tepat menempel dinding belakang rumahku.Tapi sayangnya, rumah ini tidak dikondisikan layaknya TK. Entah dapat ide dari mana kok bisa membuat TK macam begini. Tidak ada area bermain, tidak ada halaman, tidak ada pengaman agar anak tidak keluar-masuk, dan penjaja makanan ecek-ecek bebas nongkrong, mungkin malah ikut menyimak pelajaran :D

Saat subuh, yang punya rumah --sebut saja namanya Mpok Onah-- menata perabot sekolah. Meja-kursi dikeluarkan dari susunannya, dan ditata. Saat pukul 10 pagi, derit-derit perabot terdengar lagi. Pasti sedang dibereskan.

Tidak ada yang melarang rumah dimanfaatkan sebagai tempat belajar. Namun jika sudah mencakup kepentingan publik, seharusnya segala syarat2 fisik harus dipenuhi. Aku ngga tau apa pendiri TK ini pernah sekolah di TK. Atau pernah survey TK atau melihat preseden. Aku dulu juga ber-TK di halaman rumah simbah. Rumah simbah luas, jadi halamannya dibangun ruang2 untuk TK..Sisa halamannya dipakai untuk area bermain. Kalo pulang sekolah dan belum dijemput, aku biasanya masuk ke rumah simbah nunggu dijemput Yu Atun atau Mama. Nah, bisa kan?asal memenuhi syarat saja.

Materi belajar TK ini lumayan berat. Lho kok tau? lha wong suaranya kedengaran dari rumah, hehehe..Materinya sudah masuk calistung (lho kan kebanyakan TK memang begini ya?) entahlah apa materi ini ideal untuk anak usi 4-5 tahun. tapi klo ngedenger sendiri, aku tidak tega kalo Azki masuk sekolah di situ. Satu hari aku mendengar mereka berhitung pertambahan. 13+2, 11-3, and so on. Jika tidak ada aral melintang, bulan depan mereka akan belajar logaritma, diferensial dan integral, hehehe..becanda :D

Dari segi lay out ruang, aku miris
Dari segi materi belajar, aku ngilu dengernya
Dari segi pendidikan sopan-santun? jangan ditanya...bubar jalan deh.

Mungkin karena tidak ada pendidikan moral yang cukup itulah, anak-anak ini menjadi 'liar' sekali. Merusak pohon penduduk yang sedang berbuah, menghancurkan batu bata yang sedianya akan dipakai untuk membangun pagar, membuang sampah di depan rumah orang dan di jalanan, menngintip rumah orang, berlarian di tepi jalan yang ramai tanpa pengawasan orang dewasa, dan lain-lain. Itu semua terjadi di jam sekolah, tepatnya saat istirahat. Benar-benar annoying!!

Dan buah dari kelalaian guru dan orang tua adalah kecelakaan kecil tadi.

Bagi yang mau mendirikan TK, tolong lihatlah preseden, carilah studi kasus serupa, seperti apa TK yang bagus. Kegiatan apa yang masuk program belajar. Karena jenis kegiatan akan men-generates ruang2 yang harus disediakan. Selain itu juga perlu diperhatikan masalah sirkulasi dan pengamanan, baik sirkulasi murid, guru, orang tua, dan tukang jajanan (kalo boleh jualan di sekitar sekolah).

Whee..lah, kok malah kuliah Perancangan di sini. Ga perlu jadi arsitek lah kalo cuma bikin TK. Yang jelas otak dan sense-nya dipake, beres.

Sebetulnya lahan halaman rumah kami cukup luas untuk dijadikan area bermain anak-anak. Cuman yaa..hmm... mungkin tabiat negatif sudah berkerak dan sulit hilang, akhirnya tanpa izin, tanpa -kalo orang Jawa bilang- nyuwun sewu,, pun mereka sudah turut berkontribusi mengacak2 halaman depan rumah kami.

Kalo kata Mama (Uti Azki), coba pasang ayunan di halaman, biar anak2 TK bisa main.
Hihihi..trus sumbangsih gurunya apa dong? ajarin sopan santun dulu, baru kubuatin, qiqiqix :p

Hmm..mulai berpikir di mana calon TK yang tepat buat Azki, 2.5 tahun lagi. Survey aah...
Kalo menurutku pribadi, TK yang baik adalah TK yang:
- Banyak menstimulasi perkembangan otak kanan-kiri anak secara seimbang
- Ruangannya bersih, ceria (penuh gambar).
- Ada area bermain dan berolahraga
- Ada kebun bunga (hihihi,,penting ngga sih?)
- Sanitasi bersih
- Di lingkungan yang tidak berakses langsung dengan jalan raya, apalagi exit toll, ntar dikira perumahan.
- Pengamanan OK (ada pagar yang terkunci selama proses KBM)
- Tidak ada mang-mang penjual jajanan beraneka warna-rupa-rasa. brati sekolahnya harus menerapkan kebijakan "membawa bekal dari rumah", kaya sekolahnya Toto Chan,
- Tidak perlu heboh berbahasa Inggris-Mandarin-Jepang, yang penting islami dan mengutamakan sopan santun.
- Ada program field trip

Hoahmm..requirement-nya muluk ga sih?

Saturday, January 16, 2010

Bergaya di Solo City Walk



Sejak dipimpin oleh walikota bapak Joko Widodo, banyak sekali perubahan yang terjadi di kota Solo, terutama perbaikan trotoar (ini yang paling terlihat). Pak Walkot pengen banget warganya bisa jalan2 di trotoar dengan aman, kek di luar negri gitu (luar negrinya mana, ga jelas). Sebetulnya memang ada program Sister City, cuma lupa euy sama kota mana..^_^

Nah, kami pun tergoda untuk menjajal City Walk ala kota Solo ini. Tepatnya di ex Pasar Triwindu, depan Pura Mangkunegaran. Pasar Triwindu-nya (pasar yang menjual barang antik, semacam yang di Jalan Surabaya, Jakarta) sih sudah direlokasi. Nyobanya Minggu pagi, jam 6.30, jadi masih sepi dan sejuk. Monggo dilihat...





Nah yang terakhir itu gambar hidangan dari Gudeg Yu Mari, yang ternyata ga direkomen oleh kerabat kami.

Sebetulnya belum puas,,masih ada beberapa lokasi lainnya yang dibenahi trotoarnya, dari Sriwedari sampai Loji Gandrung. Dan denger2, daerah Benteng Vastenburg (eh bener ngga nulisnya gini) juga dipugar jadi lebih keren. Wah lupa ke sana :( Tenang, masih ada liburan2 berikutnya. Semoga Solo berhasil menciptakan area yang nyaman buat jalur pedestrian, sepeda, becak, sepeda motor, sampe truk barang. Semangat Pak Walkot!

*btw, jadi teringat dengan mata kuliah "Pemugaran" dan Tante Ratri, hihihi..




Pascaliburan 2009-2010

Setelah berlibur hampir 1 bulan di Solo, saatnya kembali ke rutinitas sebagai Full Time Mom. Pulangnya juga lebih cepat dari yang direncanakan, karena ayah kangen, ngga ada yg membersihkan rumah. Weleh...

Sampai di rumah, langsung aku takjub atas 'kerusuhan' yang ada di rumah. Yah inilah rumah yang ditinggalkan sang nyonya selama kurleb 1 bulan. Seorang pria memang jangan diharapkan membersihkan rumah.

Badan capek, tapi mata risih melihat kekacauan di rumah. Akhirnya mulut dan hati mengomel ngga karuan. Ih bener2 deh....

Saat itulah ayah berkata, mana ada pegawai dapet cuti satu bulan. Ternyata, rasa capek bisa meredam serangan balik yg siap meluncur untuk ayah...coba kalo ngga..kaya gini nih yang bakal kuomongin:

"Pegawai kerja selama 8 jam sehari, sabtu-minggu libur. Jobdescnya cuma di satu divisi.
Ibu rumah tangga? kerja 16 jam sehari, sabtu-minggu masuk. Jobdescnya segala urusan rumah tangga: financial, HRD, food&beverages, cleaning service, social life...you name it.
Wajar dong jatah cutinya 2x lipat pegawai kantoran. Qiqiqiqix...^_^v
Pembenaran...pembenaran.....
memang enak kalau mengajukan pleidoi...

Setelah 2 hari berkutat membersihkan rumah (ngga sempurna juga, makanya masih mangkel), akhirnya sempat juga main ke tukang nasi uduk depan rumah. Sampe sana ditagih oleh-oleh.
* Mana oleh-olehnya dari Solo?"
# Ngga kebawa Bu, habis beraaat...
* Lah emang mau bawa apaan?
# Kraton Solo...

Ada lagi yang lain..dateng2 langsung dengan songongnya nagih
* Mana nih oleh-olehnya?
# Memangnya Bapak -waktu saya berangkat- ngasi bekal berapa kok berani nagih oleh-oleh?
* Lah sapa tau di kampung lagi bagi warisan
# Sembarangan..ngatain orang tua saya meninggal. kalo ada juga Bapak ngga saya bagi
* ==> jelek banget ketawanya :(

Bukannya ngga bawa oleh-oleh. Kan Ayah Azki pas pulang dari Solo awal Januari sudah bawa segala panganan. Memang kuakui Ayah Azki ini kurang pinter matematika, buktinya, pembagian aja ngga merata. Alaaah, opo tho yo...Sorry ya Yah..

Nah kenapa aku ngga bawa oleh-oleh?
Pertama, jadwal pulang yang mendadak ngga memungkinkan hunting makanan.
Dua, aku pulang cuma berdua ama Azki. Ngga mau nambah2in bawaan, cukup Azki, 1 ransel, dan 1 koper.

Jadi yaaa.harap malkum, eh maklum.
Toh ke Solo kan ngga cuma sekali ini. masih banyak kesempatan berikutnya, hehe....

Friday, January 1, 2010

Buku Bagus

Sekitar 8 bulan yg lalu, atau kapan ya tepatnyaa? aku pengeeeen banget beli buku yang dari judulnya aja sudah menggugah semangat keibuan (mulai berlebohai deh..). Judulnya "Bunda Manajer Keluarga". Waktu itu kalo ga salah ada seminarnya di pameran buku di Istora Senayan. karena tidak sempat ke pameran, akhirnya nyari di Gramedia. Dan...sudah habis. Wuih, jadi makin penasaran dong, apakah benar isinya sebagus judulnya?

Eh ternyata... pas liburan di Solo ini, Uti punya lho bukunya! senang, jadi bisa nunut mbaca. Emm kalo dibawa pulang ke Tangerang boleh ngga ya? dijamin akan dirawat ini buku dengan penuh cinta..

Ternyata buku yang ditulis Ibu Irawati Istadi ini mengibaratkan rumah tangga sebagai perusahaan. Karena di dalamnya ada Divisi Keuangan, Properti, Humas, Bina Rohani, Personalia, Food & Beverages, Cleaning Service,, you name it laah, semua ada di rumah. So, tentunya dibutuhkan Manajer dan CEO yang handal biar "perusahaan" ini tetap berdiri.

Buku ini terdiri dari 3 bab, plus banyak tips dari beberapa ibu yang beberapanya pasti sudah kita kenal, misalnya Dewi Motik, Astri Ivo, Tutty Alawiyah, Ratna Megawangi, Okky Asokawati, Fifi Aleyda Yahya, dan tentunya idola saya: Ibu Yoyoh Yusroh. Ngga ngidolain banget-banget sih, tapi kagum sama perannya sebagai IRT dan wakil rakyat. Masih banyak lagi expert mom yang ikut urun pendapat di sini.

Secara keseluruhan, buku ini aku nilai bagus deh ya...:)

Pola Asuh

Kita sebagai orang tua tentunya tau, bahwa pola asuh yang diterima anak haruslah berada dalam satu norma yang sama, terutama dari orang tua dan keluarga terdekat.
Hal inilah yang sebetulnya ngga kami lakukan terhadap Azki.

Ibu dan ayah bahkan ngga pernah membahas masalah ini sebagai masalah yang urgent. Yang kami sering lakukan adalah, kalau Azki menangis karena ibu melarangnya main di depan kulkas yang terbuka, ayah akan menggendongnya, berkata "cup cup cup" dan dengan baik hati membukakan pintu kulkas. Main di kulkas ini baru satu masalah. Masalah pelik lainnya adalah jika Azki sudah mulai mingkem ngga mau makan, ayah akan bilang ke ibu "sudahhh.. kasi mimimo ajaa". Berulang2 seperti itu solusinya.

Masih banyak lagi kejadian di mana ibu melarang, ayah akan datang sebagai super hero. Jadi kalo ibu perhatikan, sekarang Azki tahu harus pergi ke siapa untuk mendapatkan jawaban "Ya" untuk semua permintaannya. Pergi ke Ayah, atau pergi ke Baba. Akibatnya, semua kebijakan ibu menjadi tidak populer di mata Azki (cieee...bahasanya kaya ngomongin politik aja). Kalo ada kami bertiga dalam satu ruang -ibu, ayah, baba- Azki akan memilih ibu sebagai opsi terakhir untuk dipeluk2. Hmm.. ternyata batita begini sudah pintar mencari suaka...

I'm still in searching for any reading materials about this problem.
Atau ada teman yang mau share?



Thursday, December 31, 2009

Mengharap Maaf dari Seorang Ibu

Ini kisah yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Awalnya tentu saja diceritakan dalam bahasa Jawa, lha wong yang nyeritain juga wong Jawa. Ini kisah nyata, terjadi pada kerabat kami di Solo.

Tersebutlah seorang ibu, sebut saja namanya Ibu K, dengan anaknya bernama Boy. Hubungan Boy dengan ibunya tidak bisa dibilang baik. Boy sering menyakiti hati ibunya dengan perilakunya yang sering keluar rumah, ndak jelas tujuannya apa. Bertahun2 selalu seperti itu. Ibu K pun selalu memaafkan Boy, untuk kesalahan yang kesekian kali.

Saat usianya sudah memasuki usia cukup kerja, Boy pun melamar pekerjaan. Ngga cuma sekali tentunya. dan akhirnya dia diterima kerja di satu perusahaan. Dalam perjalanannya, Boy berkali2 resign. Ngga cocok sama kerjaannya. Ngga cocok juga kali ya, sama gajinya. Dan Boy pun kembali suntuk. Di hari2 yang suntuk itu dia kepikiran mendatangi seorang yang dianggapnya Kyai. Boy bercerita kegagalannya bekerja ini-itu. "kyai" tadi bertanya, apa Boy punya masalah dengan ibunya? Boy menjawab, sudah selesai. sudah tidak ada masalah lagi.
"Kyai" tadi lalu menyarankan Boy melakukan begini: cucilah kaki ibumu dengan tanganmu sendiri,, lalu basuh mukamu dan minumlah kamu dengan air bekas cucian tadi.
Sekilas terdengar aneh, dan 'yeeewww'... masa air cucian diminum. Karena si Boy tadi penasaran, dilakukanlah perintah 'kyai' tadi. Sebelumnya dia minta maaf lagi ke Ibu K.

Beberapa waktu berlalu, kehidupan perekonomian Boy membaik. Hubungannya dengan Ibu K juga mulus2 aja, ngga pernah ada konflik lagi, sampai sekarang.

Kisah ini diceritakan mamaku. Pesan blio: Orang tua, selalu memaafkan anaknya. ngga peduli segede apapun salah anaknya. Tapi, ada masanya saat Allah tidak rela orang tua disakiti, bahkan saat sang orang tua sudah memaafkan. kadang diperlukan tindakan minta maaf yang ekstrem seperti yang sudah dilakukan Boy tadi. Saat kita berselisih dengan orang tua, kita ngga tau sedalam apa luka hati orang tua kita.

Aku sebagai anak, tentunya pernah melukai hati orang tua. Sering, malah. Sering pula meminta maaf. tapi tidak pernah tau apakah Allah, yang kuharapkan ridhonya, sudah memaafkanku atau belum. Positive thinking aja kali yaa..

*cara meminta maaf Boy pada ibunya yg bikin hatiku merinding itu rupanya pernah dilakukan oleh selebriti/musisi Indonesia. itu tuh, yg berinisial A*m*d D*a*i, pemilik manajemen republik cinta.

Azki 16 Bulan

Hari ini adalah minggu ke-2 ibu dan Azki berlibur. Berliburnya bener2 libur, leyeh-leyeh, di rumah aja. Khusus ibu tentunya masih nyuci2, tapi ya ngga berat. Enak yaa..tapi sayangnya ayah ngga bergabung, masih ada kerjaan rupanya.

Di Solo Azki melewatkan ulang bulannya yang ke-16. Sudah tua yaa..hehehe.. Dan sudah cukup bikin ibu pusing karena selama liburan susaaaah maemnya. lebih parah dari di rumah. Mungkin karena susah makan itulah, 5 hari setelah sampai di Solo, Azki langsung deh ketemu sama musuh lama: Batuk-pilek. Haduh-haduuuh...pas nimbang di dokter, ternyata dalam waktu 2 minggu, BBnya turun 500 gram. Hiksss.. keliatan banget deh kurusnya....
Di umur 16 bulan ini, Azki:

- Masih ASI dan ASInya tuh yang siaran langsung, ga mau pake media lain. Susu UHT? cuma mau sedikiiiit yg rasa stroberi.

- Masih babbling. Belum ada satu kata yang ada artinya yang keluar. Paling2 kalo megang sesuatu dan jatuh, langsung nunjuk2 dan ngomong "cecuh". Oh maksudnya "jatuh" ya Nduk? hihihi..

- Makin sering mengasah ketrampilan memasukkan barang ke wadah. Misalnya memasukkan koin ke panci. Kadang sepatunya yg masih di dus dikeluarkan dan dimain2kan. Trus kalo sudah selesai, sepatunya diberesin lagi masuk ke dusnya. Masukinnya tuh yang rapi, kardusnya tertutup rapat. Hihihi..sebelum kena omel ibunya kali ya, jadi harus dirapikan :P

- Kalo lihat ibu mulai berbaju rapi dan pake jilbab, pasti langsung menyambar propertinya sendiri yang bekaitan dengan pergi. Misalnya jilbabnya sendiri, atau jaketnya, atau sepatunya. Maksudnya mau ikutan. oalaaa, ngga mau ditinggal tho?

- Mulai melengos kalo disuap. maunya makan sendiri. Duduk di atas alas dengan menghadap mangkoknya, dan hap... sendok pun dipegang, diarahkan ke mulutnya. Memang belepotan sekali, dan volume yg masuk mulut lebih dikit dr yg nempel di baju.

- Makin pemilih sama makanan.

- Sudah bisa turun dari kasur. Beberapa kali malah habis mimimo, kabur sendiri. Meninggalkan ibunya yang tertidur selesai menyusui.

- Semakin sering merecoki barang yang sedang dipegang orang lain. Misalnya, tantenya yang sedang baca komik, direbut komiknya. Ibu yang sedang ngenet, direcoki laptopnya.

- Belum rutin ditatur (kesalahan ini ada pada ibunya)

Yaah, begitulah. Ngga banyak, nambah2 dikitlah dari bulan sebelumnya.
Selama di Solo Azki takut banget ditinggal ibu. Walopun ibunya cuma pergi ke toilet. atau ngambil minum di dapur. Padahal sebetulnya dia sudah akrab lho sama uti dan tantenya. Jadi ibu kalo mau mandi/nyuci musti nunggu Azki tidur. Tapi pernah juga terpaksa dibawa mandi dan nyuci. ribet yah?

Uti sih selalu nyalahin ibu karena dari dulu ngga mengajarkan Azki minum sufor. Menurut uti, gara2 itulah Azki selalu nempel2 mlulu sama ibu, susah lepas. Padahal kalo mau ngedot, uti bersedia mbantuin momong, apalagi ibu kan sukanya jalan2 dan ngga mau mbawa Azki kalo ngga perlu2 amat. yah memang susah ya menjelaskan ke orang, terutama ibu sendiri, tentang keinginan kita menyusui. Maksudnya, wong masih ada ASI, disyukuri dengan menyusui. Kalo memang sudah ngga bisa, baru beralih ke sufor/UHT. Kok malah aku disalahin seh?

Daripada marah2 sendiri,, yuk mari lanjutkan liburannya....:)

Wednesday, December 9, 2009

Menjadi Menantu

Di suatu hari aku chat dengan satu sepupuku. Ngga sengaja sih, karena ga pake janjian, dan tiba2 dia muncul di window fesbukku. Sepupuku ini orang yang eksentrik, aneh, dan juga konyol. Tapi baik sih, beberapa kali membantuku di tugas2 kuliah dulu, termasuk tugas akhirku. Karena kami sekampus jadi aku tau kapan dia bisa dimanfaatkan, hehehe...maksudnya ga bentrok sama jadwal UTS-UAS.

Nah, di dialog chat kami, tiba2 dia bilang:

Sepupu (S) : Mbak, aku kasian lho sama mertuamu.
Aku (A) : Knapa emang?
S : Kasian aja lihatnya..
A : Mertuaku sehat2 aja kok, kok dikasihani
S : Bukan gitu.. maksudnya kasian punya mantu kaya kamu
A : ?@#$@%> Kurang ajar kowe.. mantu ayu gini kok, ya mertuaku senang lah :D:D:D

Awalnya memang kuanggap angin lalu. Tapi setelah beberapa hari perenungan, terbersit satu pertanyaan: walah, jangan2 sepupuku bener tuh. bisa jadi aku bukan mantu yang baik ya..

Coba, apa yg sudah aku lakukan buat mertuaku itu? sepertinya belum ada yg berarti..ya masih gini2 aja.

Ada kan ya iklan di TV, ibu mertua yang ngomel karena menantunya ngepel tiap hari. Dikatainnya, ngabisin gaji suami. Kalo boleh nanggepin: Wah itu masih mending, aku dulu males banget ngepel waktu masih numpang di rumah mertua. Males ngapa2in lah, terutama yang berhubungan dengan beres-beres. Maunya bergumul sama Azki dan nginet mulu. Tuh kan, sepupuku bener :p

Mertuaku sayang banget sama Azki. Ini bisa aku pahami, karena Azki perempuan, sedangkan anak2nya mertuaku 3, laki-laki semua. Tapi kadang kok malah kesannya aku sama mertuaku rebutan Azki ya. Maksudnya, kalo pas mertuaku pengen bawa Azki pulang ke rumahnya, kadang ngga kubolehin.

Sebetulnya bukan ngga ngebolehin, tapi itu karena rutinitas2 yang sudah kuatur buat Azki, biar Azki ngerti juga, kapan bisa bermain sama kakek-neneknya, kapan sama ibunya. Jadi ngga sembarang waktu bisa main. Bener ngga sih sistem kaya gini. Sampe pernah lho malem2 mertuaku itu membawa Azki main saking kangennya, padahal menurut jadwalku, malem ya di rumah, ngga ada acara main. Wah coba kalo Azki sudah bisa berargumen, pasti dia protes: Ibu curang, kalo ibu mau ada acara malem sama Ayah, Azki dititip di rumah Baba, Hehehe.. iyah Nak, ibu emang curang. Azki boleh main malem kalo ibu juga lagi ada kerjaan di Jakarta atau mau ke Gramed sama ayah, hehehe... Untung Azki belum bisa ngomong :D:D:D

Tuh kan, sepupuku bener, mertuaku mau ketemu cucunya aja musti dijadwal.

Cuma cara aku ngatur gimana Azki main di rumah mertua, sengaja pake aturan yg cukup ketat kalo dibandingkan dengan anak2 lain (tetangga). Azki harus dihindarkan dari asap rokok. Ini karena mertuaku yang wirausaha garmen itu banyak banget tamunya, dan pastinya ngobrol sambil merokok. Belum lagi tetangga2 di deket rumah. selain itu Azki ngga boleh dibelikan jajan warung, macam gorengan, permen, dan chiki-chiki gitu. Dengan begitu aku rela dikatain sebagai ibu yang overprotektif, sama karyawatinya mertuaku.

Dan akhirnya setelah mendekati 12 bulan Azki ada di Tangerang, kami akan berlibur panjang ke Solo. Bisa dipastikan liburan ini akan berlangsung selama 1 bulan. Yah wajar dong, Azki kan juga perlu mengenal mbah2nya yang ada di Solo. Cuma pastinya mertuaku bakal kangen banget lah ya sama Azki. Beliau baru saja melepas kepergian anak keduanya yang menuntut ilmu ke Timur Tengah dan pulangnya pun entah kapan. Sekarang cucu satu-satunya mau liburan entah berapa lama. Maafkan aku ya mertuaku,,,

Tuh kan, sepupuku bener lagi.. mertuaku kubuat ngga punya pilihan..
*kok aku malah jadi sedih gini yak?*

Friday, December 4, 2009

Sampah..sampah

Beberapa hari lalu ada pengurugan di lahan kosong depan rumah kami. Selama ini, lahan kosong tersebut berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah. Ya, rumah kami dekat dengan penampungan sampah. Cuman uniknya, penampungan yang ini sama sekali tidak menebarkan bau busuk ke rumah2 terdekatnya, apalagi lalat2. Entah kenapa, aku juga bingung. Semua orang di sekitar sini membuang sampah rumah tangganya di area ini. Dan sebagai warga yang tak bertanggung jawab pada lingkungan serta kesehatan. mereka pun secara berkala membakar sampah2 ini. Nah,, jadi tidak ada bau busuk sampah, yang ada juga bau asap. Beruntunglah kami kalo anginnya bergerak ke utara. Itu berarti asap tidak akan masuk ke rumah. kalo angin bertiup ke timur atau selatan, bisa dipastikan seisi rumah serta jemuran akan berbau asap. Huhuhu...

Dan akhirnya.. balada sampah itu berakhir sejak sekitar 5 hari lalu, saat tiba2 datang alat berat berupa Backhoe, yang mengangkut semua sampah di sana. Dan malam harinya, datanglah puluhan truk besar (ngga tau berapa kubik kapasitasnya) membawa tanah merah untuk mengurug lokasi itu. tak lupa pula alat berat untuk meratakan site. Denger2 sih, tanah ini sudah
dimiliki seseorang dan akan segera dibangun.

Pertanyaannya sekarang adalah, kemana warga membuang sampahnya? setelah tanya sana-sini, ternyata jawabannya seragam: dibakar saja di halaman masing-masing. Walahhhh...aku heran, bukannya makin kreatif menangani sampah, eeeh.. malah nambah masalah. kebayang kan kalo tiap hari tetangga mbakar sampah? tadi pagi aja langsung terasa efeknya:
tenggorokanku sakit.

apa sih yg dipikirkan orang2 sini? selama ini aku ngga pernah lihat gerobak sampah yang didorong petugas sampah. entah karena area sini ngga termasuk wilayah operasinya, atau ngga ada yg sudi bekerja sebagai pemungut sampah. Yang dipungut cuma yg bernilai ekonomis, misalnya koran, botol plastik, besi, dan botol kaca. Benar2 memprihatinkan, sekaligus menyebalkan.

org2 seperti mengabaikan hak kesehatan para bayi di sini, mereka tetap saja membakar sampah. masih mending kalo mbakarnya di dalam tong tertutup. ini kan ngga, membakarnya di udara terbuka, yang asapnya kemana-mana itu. Duhh...

ART-ku pernah mengataiku: repot amat,,, saat aku memisahkan sampah organik dgn non organik. Pikir dia, ya knapa ngga satu plastik aja, mbuangnya gampang. Yah.. orang diajari teratur ngga mau ya gini ini habitnya. Sebetulnya aku sendiri ya masih belajar memisahkan sampah. Sudah sering pula ditegur Ayah Azki, hehehe...

Aku merasa kasihan sama anak2 di sini. Dari bayi sudah menghirup asap, segala rupa asap. Mulai dari asap rokok (karena hampir semua pria di sini merokok), asap kendaraan, sampai asap pembakaran sampah.

Bisa dibilang aku dan Azki beruntung karena masih punya tempat lain yang lebih aman. tapi bayi-anak2 lain? Mereka tetap di sini. dan akan tetap di sini karena pilihan mereka.
Ah, thanks God, sebentar lagi kami akan berlibur panjang...dan.. bubye asap..

Tuesday, December 1, 2009

Bahan Makanan Kawan-Lawan

Judulnya aneh ya,, bahan makanan kok bisa berkawan, bisa berlawan. Aku pikir perlu ya dipostingkan, sapa tau ada yang belum tau (huhu.. secara temen2 blogger sdh pada pro jadi ibu, so I think I'm a little bit late).

jadi aku tuh bbrp bulan lalu beli buku panduan menu bayi-balita. Terbitan majalah Enyak-Babe, maksudnya Ayahbunda. Uniknya, menu ini disusun untuk bayi dan balita berkebutuhan khusus, yang tentunya menu makanannya ga bisa seenake lidah ibunya.

Bayi-balita berkebutuhan kheuseus -khusus- tuh yg gimana ya? gini nih:
- Alergi susu sapi
- Intoleransi laktosa
- Radang tenggorokan
- Demam tifoid
- Diare
- Sembelit
- Kekurangan berat badan
- Kelebihan berat badan
- Anemia
- Autisme
- Familial hiperkolesterolemia (kelainan metabolisme kolesterol bawaan, sehingga kadarnya dalam darah berada di atas ambang batas yang diperbolehkan)

tapiii.. di sini aku ngga bahas dulu deh ya menu2 apa yg cocok untuk setiap kondisi bayi. Sekarang lebih ke bahan makanannya dulu.

Seperti yang aku ngga tau sebelumnya, ternyata ngga semua bahan makanan yg secara individual bagus gizinya, menjadi tambah bagus kalo dicampur dengan bahan makanan yg bergizi bagus pula. Bingung ngga mbacanya? intinya, belum tentu mineral besi (Fe) pada bayam menjadi efektif di tubuh kalo dimakannya bareng labu kuning yang ada mineral seng (Zn). Mungkin perlu penjelasan kimiawi ya, dari ahlinya. (sek sek.. aku tanya seseorang dulu).

Nah, di buku ini dijelaskan, mana kawan mana lawan dari tiap2 gizi vitamin dan mineral yang ada di bahan makanan yang sering diberikan pada bayi kita.

VITAMIN
Vitamin A
sumber: hati sapi-ayam-ikan, telur, keju, yoghurt, wortel, ubi jalar, brokoli, paprika, avokad, buah peach, melon, mangga, pepaya.

kawan: lemak, protein hewani, mineral Zn, dan mineral Fe.
lawan: kolesterol, protein, makanan rendah lemak

Vitamin B
sumber: semua sayur dan buah berwarna hijau
kawan: semua jenis vitamin B, mineral Mg, susu, telur
lawan: makanan rendah protein, kondisi asam, dan proses pemanasan tinggi

Vitamin C
sumber: sayuran dan buah2 segar, kiwi, nanas, jeruk, jambu biji, cherry, stroberi, paprika, melon kuning, bunga kol

kawan: semua makanan yang mengandung flavonoid (misalnya tempe), dan bawang2an
lawan: air yang berlebihan pada saat memasak, dan proses pemanasan yang tinggi

Vitamin D
sumber: ikan berlemak, kedelai dan segala olahannya, jamur shiitake, kuning telur, sereal.
kawan: makanan berlemak, dan sinar matahari pagi
lawan: makanan rendah lemak

Vitamin E
sumber: minyak wijen, gandum, biji bunga matahari, almond, kacang tanah, avokad, ikan tuna, sayuran hijau.

kawan: makanan sumber vitamin C. mineral Se (selenium) seperti hati sapi, ikan salmon, ikan kod, udang, biji wijen, sereal, beras merah, bawang2an, daging ayam, susu skim, makanan berlemak.

lawan: makanan rendah lemak

Vitamin K
sumber: sayuran hijau, tomat, minyak wijen, paprika, kacang kedelai
kawan: bakteri baik di pencernaan, makanan berlemak, dan probiotik dalam minuman yoghurt.
lawan: asam salisilat (dalam aspirin), kondisi pencernaan yang sedang terganggu, dan makanan rendahh lemak.

MINERAL
Kalsium (Ca)
sumber: tulang lunak ikan, sarden, susu dan olahannya, kedelai dan olahannya
kawan: Vitamin D, sumber magnesium (Mg), probiotik, dan sumber kalium (K)
lawan: senyawa fitat dalam kacang tanah dan kacang polong, konsumsi serat yang berlebihan,

Magnesium (Mg)
sumber: gandum, beras merah, labu kuning, sayuran warna hijau tua
kawan: sumber kalsium (Ca) dan vitamin D
lawan: asam oksalat (kol, brokoli, kacang hijau), dan makanan gandum yang diproses

Seng (Zn)
sumber: makanan sumber protein
kawan: sumber vitamin B6 (hati, ubi jalar, ikan, wortel)
lawan: konsumsi serat berlebih, kalsium (Ca), fosfor (P), dan gula

Besi (Fe)
sumber: hati, daging merah, kacang merah, bayam, pasta tomat, buah peach kering, jahe
kawan: asam amino, vitamin A, vitamin C, dan kalsium
lawan: seng (Zn), misalnya kerang, labu kuning, rumput laut, kacang polong, dan makanan berserat tinggi.

Yaaa.. begitu deh hasil contekan dari buku Ayahbunda. cuman yang aku ngga paham, satu makanan kan ga mungkin cuma satu vitaminnya. pasti kombinasi dengan mineral kan ya. Lha kalo satu mineralnya kawan, tapi satu vitaminnya jadi lawan, piye dong? lalu satu vitamin/mineral dibilang lawan, kalo kuantitasnya seberapa ya? hmm.. perlu dijawab oleh ahli gizi.