Masih lanjutan kisah dari Bandung.
Pulang dari Bandung minggu lalu kan Azki dalam kondisi demam. Seperti sudah diprediksi, Azki demam selama 3 hari. Knapa yaa..apa kaget dengan dinginnya Bandung? Ibu sih cukup memberikan paracetamol dan menunggu hingga 72 jam. Dan ternyataaa..memang turun sih demamnya tapii... setelah demamnya reda, muncullah bintik2 merah alias rash di semua badannya. Kyaaaa..kumaha deui ieu teh??
Begini ciri-ciri sakitnya Azki (pascademam) :
Ruam merah di sekujur tubuh, paling banyak di punggung, tangan, dan wajah.
Ruamnya ada yg flat, ada juga yang timbul.
Tidak gatal
Tidak ada lecet/lesi
Azki tidak rewel, jadwal main dan tidur tidak terganggu
Nafsu makan-minum menurun drastis
Kira2 sakit apakah itu?
Tetangga2 bilang sih TAMPEK.
Ih, namanya ga gaul banget ya
Ibu malah punya diagnosis sotoy: ROSEOLA
Nah, lebih keren dikit namanya.
Kata temen ibu yang dokter, juga gitu sih. Ciri2nya lebih dekat ke Roseola daripada ke Campak atau DBD.
Syukurlah kalo cuma roseola. Jadi cukup home tretment saja, diminumin ASI setiap saat. Mandi air hangat. Ngurangin main ke luar rumah.
Thanks to Allah, thanks to ASI,, setelah 3 hari badan penuh rash, hari ke-4 ibu takjub. Semua rashnya HILANG!! Subhanallah...Alhamdulillah...
Memang roseola ini, bikin panik ibu-ibu aja. Salah satu sumber menyatakan bahwa it's normal bayi dan anak usia 3-36 bulan terkena roseola. Ooh, jadi sudah bikin appointment toh si Rose ini. TTM dong, Teman Tapi Menyusahkan, hehehe..
Sekarang tinggal membangkitkan kembali nafsu makan Azki yang hilang. Selama sakit, Ibu sedih karena Azki ga mau mamam, dan minum cairan selain ASI juga kurang banget. Sampai2 demi mengimbangi aktifnya Azki, ibu dengan sangat terpaksa menggendong dan menyuapi paksa Azki. Hikss.. antara tega-ngga tega gitu denger Azki jejeritan nolak disuapin.
Alhamdulillah sejak rashnya hilang, Ibu juga menghentikan pemaksaan makan, dan kembali ke habit semula, di mana Azki kalo makan dibiarkan (dengan pengawasan) makan sendiri, ngacak2 isi piring, hehehe.... sampe berkerak nasi itu lantai :p
Ah Azki...^_^
Showing posts with label Home Treatment. Show all posts
Showing posts with label Home Treatment. Show all posts
Tuesday, October 20, 2009
Friday, July 24, 2009
Home Treatment
Apa itu Home Treatment?
Home Treatment bisa diartikan sebaagai metode pengobatan terhadap gejala2 yang dialami tubuh, yang dilakukan di rumah. dalam postingan ini, gejala dialami oleh bayi adalah batuk pilek alias batpil.
Batpil pada bayi dan anak-anak umumnya disebabkan virus, jadi gak bisa diobatin pake apapun kecuali dilawan oleh daya tahan tubuh anak.
Itu RULE no. 1 ya. Jadi, stop mikirin apa ya obatnya. Karena percuma. Pemberian obat yg gak perlu cuma bikin repot ginjal dan hati anak, plus efek samping lain.
Selain itu, obat mengintervensi kerja daya tahan tubuh, jadi sistem kekebalannya gak berkembang. Contoh, seperti anak belajar jalan, ya harus jatuh2 dulu. Kalo setiap jatuh langsung digendong dan gak dibiarkan jalan lagi, ya gak lancar2 jalannya.Lebih baik fokus ke cari penyebab dan cari cara meningkatkan daya tahan tubuh anak supaya cepat sembuh.
Ini tipsnya:
1. Batpil umumnya 5-14 hari. Tergantung daya tahan tubuh anak. Jadi sabar ya. Kalo batpilnya berkepanjangan, ada 2 kemungkinan : virus pingpong (ada yg batpil jg di rumah shg tular menulari) atau alergi (cek riwayat alergi pada orangtuanya) .
2. Kalo ke dsa, minta diagnosis dalam bahasa medis, supaya kita bisa browse. Radang tenggorokan adalah diagnosis sejuta umat. Tanya penyebabnya apa, virus atau bakteri? Kalo ada pilek, ada ingus, udah pasti virus.
3. Penanganan batuk yang utama perbanyak cairan. ASI, air hangat. Kalo gak nyusu, kasih ASIP aja dengan gelas. Matikan AC. Balur dada/punggung dengan balsem bayi, misalnya transpulmin. Pasang terapiuap sendiri di kamarnya, baskom isi air panas dan bbrp tetes minyak kayu putih. Kalo hidung mampet, teteskan NaCl steril.
4. Kalo ada demam bersama batpil, brati demamnya karena batpil. Gak perlu AB (AB hanya untuk penyakit yg disebabkan bakteri). Cukup kasih parasetamol jika demamnya >38,5C dan bayi rewel. Parasetamol tidak menyembuhkan, hanya menyamankan (pain killer), jadi gak perlu dikasih kalo anak masih nyaman.
5. Beri makanan bergizi yang banyak cairan, misalnya sup dan jus buah.
6. Energi anak saat sakit akan dipakai buat daya tahan tubuh memerangi virus. Jadi sebaiknya ajak anak istirahat.
Menerapkan home treatment sangat mudah, tetapi bisa jadi sulit jika kita sebagai ibu gampang terprovokasi ajakan untuk pergi ke dokter. Home treatment bukan kebiasaan kebanyakan orang terhadap bayinya. Karena setiap ortu suka ga sabaran liat anaknya batpil dan demam. pengennya cepet sembuh aja, yo opo yo?
Home Treatment bisa diartikan sebaagai metode pengobatan terhadap gejala2 yang dialami tubuh, yang dilakukan di rumah. dalam postingan ini, gejala dialami oleh bayi adalah batuk pilek alias batpil.
Batpil pada bayi dan anak-anak umumnya disebabkan virus, jadi gak bisa diobatin pake apapun kecuali dilawan oleh daya tahan tubuh anak.
Itu RULE no. 1 ya. Jadi, stop mikirin apa ya obatnya. Karena percuma. Pemberian obat yg gak perlu cuma bikin repot ginjal dan hati anak, plus efek samping lain.
Selain itu, obat mengintervensi kerja daya tahan tubuh, jadi sistem kekebalannya gak berkembang. Contoh, seperti anak belajar jalan, ya harus jatuh2 dulu. Kalo setiap jatuh langsung digendong dan gak dibiarkan jalan lagi, ya gak lancar2 jalannya.Lebih baik fokus ke cari penyebab dan cari cara meningkatkan daya tahan tubuh anak supaya cepat sembuh.
Ini tipsnya:
1. Batpil umumnya 5-14 hari. Tergantung daya tahan tubuh anak. Jadi sabar ya. Kalo batpilnya berkepanjangan, ada 2 kemungkinan : virus pingpong (ada yg batpil jg di rumah shg tular menulari) atau alergi (cek riwayat alergi pada orangtuanya) .
2. Kalo ke dsa, minta diagnosis dalam bahasa medis, supaya kita bisa browse. Radang tenggorokan adalah diagnosis sejuta umat. Tanya penyebabnya apa, virus atau bakteri? Kalo ada pilek, ada ingus, udah pasti virus.
3. Penanganan batuk yang utama perbanyak cairan. ASI, air hangat. Kalo gak nyusu, kasih ASIP aja dengan gelas. Matikan AC. Balur dada/punggung dengan balsem bayi, misalnya transpulmin. Pasang terapiuap sendiri di kamarnya, baskom isi air panas dan bbrp tetes minyak kayu putih. Kalo hidung mampet, teteskan NaCl steril.
4. Kalo ada demam bersama batpil, brati demamnya karena batpil. Gak perlu AB (AB hanya untuk penyakit yg disebabkan bakteri). Cukup kasih parasetamol jika demamnya >38,5C dan bayi rewel. Parasetamol tidak menyembuhkan, hanya menyamankan (pain killer), jadi gak perlu dikasih kalo anak masih nyaman.
5. Beri makanan bergizi yang banyak cairan, misalnya sup dan jus buah.
6. Energi anak saat sakit akan dipakai buat daya tahan tubuh memerangi virus. Jadi sebaiknya ajak anak istirahat.
Menerapkan home treatment sangat mudah, tetapi bisa jadi sulit jika kita sebagai ibu gampang terprovokasi ajakan untuk pergi ke dokter. Home treatment bukan kebiasaan kebanyakan orang terhadap bayinya. Karena setiap ortu suka ga sabaran liat anaknya batpil dan demam. pengennya cepet sembuh aja, yo opo yo?
Subscribe to:
Posts (Atom)