Showing posts with label Family's Stuff. Show all posts
Showing posts with label Family's Stuff. Show all posts
Monday, March 24, 2014
LDM: A Reminder
Tanpa mengabaikan bencana lain yang sedang terjadi... Tapi bencana hilangnya pesawat Malaysia Airlines flight MH370 membuat saya sadar apa yang direnungkan mama saya. Klasik sih... Nyawa di tangan Allah. Tapi karena yang ngomong mama, saya jadi lebih kerasa. Apalagi terkait situasi di mana beliau sudah berpengalaman me-maintain LDR, eh LDM.. long distance marriage. Namanya juga LDM, pastinya salah satu pihak harus rutin mengunjungi pihak lain. Dan itu yang dilakukan ayah saya. Bolak balik kaya setrikaan, selama hampir 30 tahun, hampir 100% naik pesawat. Saya ga tau apakah mereka lelah..atau pasrah.. ga berani nanya juga sih. Tapi sebetulnya yaa mama ga pengen anak2nya menjalani LDM.
Setiap ada insiden yang berkaitan dengan pesawat, mau ga mau saya merasa yang....Nyesss...merinding.. Kalo itu penerbangan dalam negeri, biasanya saya telpon mama, nanya, Ayah di mana Mah? Mama biasanya ga terlalu update sama berita nasional, jadi blio juga penasaran kenapa saya nanya seperti itu. Ga biasa, kata mama. Masalahnya adalaaah.. kadang mama tuh juga ga tau ayah di mana, hyehehee.. Bisa jadi infonya "ayah ada di kantor"... ternyata sorenya ayah nelpon, ngasi tau ada di Jakarta. Nah loooh. Atau.. seperti minggu lalu, magrib ayah sampe di rumah saya,, berencana mau ke Solo,,, tapi tiba2 harus ke Balikpapan malam itu juga, dan mama ga tau. Yaaaah kalo emang begini melulu kejadiannya.... kita cuma bergantung pada satu,, the One and Only, Allah.
Buat yang LDM-an sama suami,,, brace yourself. Kata mama saya: banyakin solat, doa, puasa,, rawat anak.. ga ada waktu untuk galau, ga ada waktu untuk khawatir, ga ada waktu buat mewek... inget, suami pergi itu buat cari rejeki, daripada mewek mending didoain biar dapat rejeki yang halal. Mungkin suami di sana lupa mau sedekah, lupa mau puasa,, ya istrinya aja yang ngelakuin itu semua.
Dear Ayah, have a safe flight, wherever you go :)
"if I could..then i would..
I'll go wherever you will go.."
Friday, March 14, 2014
Hai Ayah :)
Diambil dari akun Facebook dokter Piprim.
1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola
2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak
3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi
4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja
5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah
6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?
7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab
AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya
9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya
10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya
11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country
12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?
13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi
14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya
15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli
16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH
17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak
18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya
19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi
20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.
21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut
22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid
23| Harus ada sosok AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH
24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan
25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid
26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya
27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya
28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'
29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya
30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak
31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika
32| AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama
33| Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi
34| Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH
Tuesday, November 5, 2013
Karena Kita adalah Pakaian Suami
Copast dari status dari seorang temen di Facebook:
Hal ini mengingatkan saya pada obrolan para istri. Dimana mereka
terkadang curcol tentang suami mereka, saling bercerita bahwa
mereka melakukan hal-hal yang menyebalkan terhadap suami
mereka, atau bahkan mem'bully' suami mereka. Mungkin tidak
dengan fisik, tapi mungkin dengan sikap (mendiamkan, cemberut),
dengan kata-kata (menuduh, menyindir, mengejek) dan lain-lain.
Belum lagi para istri ini suka menuntut, meminta hak dengan
melupakan kewajiban, melarang suami melakukan hal-hal yang
disukainya tanpa alasan, melarang suami membelanjakan
penghasilannya sendiri, dll.
Saya hanya berpikir, kalau di luar sana ada gadis yang bersedia
melakukan berbagai hal agar para suami itu nanti akan
mencintainya, lalu bagaimana para istri ini akan bisa bersaing
dengan kebiasaan seperti itu? :P
Heemmm...baiklaaah, saya akan berhenti membicarakan "aib" -kalo emang bisa disebut aib- suami. Karena suami itu pakaian buat istri, dan istri itu pakaian buat suami. Sama-sama harus saling menutupi kekurangan. Karena di luar sana selalu ada tikus beranting, musang bergelang, dan curut bergincu yang suka nyari korban berupa pria beristri, karena -ceunah- pria beristri lebih menantang untuk digoda.
*istighfar seharian*
Sesungguhnya saya juga bingung kalo ada istri suka critain suaminya kemana-mana, sampe2 saya bisa ngebaca karakter suaminya. Haah,, ngebaca karakter?? sounds spooky eh? wehehehee enggaaaak,, engga spooky, biasa aja koook. Btw bingungnya kenapa? yaa bingung aja, knapa suami yang udah jungkir balik ngasi nafkah lahir batin kok ya masih dikomplain. Di rumah dikomplain,dicemberutin,, eh di luar rumah masih pula diomongin ke orang2 yang ga ada hubungannya dengan rumah tangga ybs. Saya pribadi sih ngga suka ya kalo suami saya di depan orang bilang, misalnya: iya nih si Laily main WA mlulu, iya nih si Laily ga pernah masak. Ya emang saya jarang masak, tapi nada bicaranya yg semacam nenek-nenek ngeluhin ini-itu emang terdengar seperti orang yang sebel. Untungnya suami saya ga suka komplain tentang saya di depan orang lain. Eh ato pernah tapi saya ga tau? :D
yasuwd lah yaaa,, jangan meludah di kolam yang airnya kamu minum. Jangan jelekin suami yg duitnya kamu pake buat blanja dan berlibur. Jangan jelekin suami yang ngebeliin istrinya gadget buat main socmed :D.
Sekian. Perlu self-toyor? oke, pelan aja tapi yak, soalnya saya ga segitu hebohnya crita2 soal suami, aackakakakakaa :D
Hal ini mengingatkan saya pada obrolan para istri. Dimana mereka
terkadang curcol tentang suami mereka, saling bercerita bahwa
mereka melakukan hal-hal yang menyebalkan terhadap suami
mereka, atau bahkan mem'bully' suami mereka. Mungkin tidak
dengan fisik, tapi mungkin dengan sikap (mendiamkan, cemberut),
dengan kata-kata (menuduh, menyindir, mengejek) dan lain-lain.
Belum lagi para istri ini suka menuntut, meminta hak dengan
melupakan kewajiban, melarang suami melakukan hal-hal yang
disukainya tanpa alasan, melarang suami membelanjakan
penghasilannya sendiri, dll.
Saya hanya berpikir, kalau di luar sana ada gadis yang bersedia
melakukan berbagai hal agar para suami itu nanti akan
mencintainya, lalu bagaimana para istri ini akan bisa bersaing
dengan kebiasaan seperti itu? :P
Heemmm...baiklaaah, saya akan berhenti membicarakan "aib" -kalo emang bisa disebut aib- suami. Karena suami itu pakaian buat istri, dan istri itu pakaian buat suami. Sama-sama harus saling menutupi kekurangan. Karena di luar sana selalu ada tikus beranting, musang bergelang, dan curut bergincu yang suka nyari korban berupa pria beristri, karena -ceunah- pria beristri lebih menantang untuk digoda.
*istighfar seharian*
Sesungguhnya saya juga bingung kalo ada istri suka critain suaminya kemana-mana, sampe2 saya bisa ngebaca karakter suaminya. Haah,, ngebaca karakter?? sounds spooky eh? wehehehee enggaaaak,, engga spooky, biasa aja koook. Btw bingungnya kenapa? yaa bingung aja, knapa suami yang udah jungkir balik ngasi nafkah lahir batin kok ya masih dikomplain. Di rumah dikomplain,dicemberutin,, eh di luar rumah masih pula diomongin ke orang2 yang ga ada hubungannya dengan rumah tangga ybs. Saya pribadi sih ngga suka ya kalo suami saya di depan orang bilang, misalnya: iya nih si Laily main WA mlulu, iya nih si Laily ga pernah masak. Ya emang saya jarang masak, tapi nada bicaranya yg semacam nenek-nenek ngeluhin ini-itu emang terdengar seperti orang yang sebel. Untungnya suami saya ga suka komplain tentang saya di depan orang lain. Eh ato pernah tapi saya ga tau? :D
yasuwd lah yaaa,, jangan meludah di kolam yang airnya kamu minum. Jangan jelekin suami yg duitnya kamu pake buat blanja dan berlibur. Jangan jelekin suami yang ngebeliin istrinya gadget buat main socmed :D.
Sekian. Perlu self-toyor? oke, pelan aja tapi yak, soalnya saya ga segitu hebohnya crita2 soal suami, aackakakakakaa :D
Tuesday, July 9, 2013
Debat Ga Penting ala ibukibuk
Jaman kapaan gitu ya, saya pernah baca status fesbuk dari dad Idzma di akun Smart Parenting. Intinya tentang,, betapa wanita itu mudah sekali dikompori buat berdebat yang ga penting :D
misalnya apa tuh? masalahnya sebetulnya basi aja sih,,kalo ga mau dibilang basi banget :D
Working mom vs Full time Mom.
Pendapat saya pribadi? saya akan bekerja (dalam hal ini kantoran ya) kalooo support system buat anak sudah oke,,orang yg dititipin anak udah manut sama SOP yg saya bikin. Orang lain ada yg ga stuju? sanah jauh2 dari saya ya :D Sekarang boro-boro kerja kantoran.. wong megang orderan Aero Pasta udah kedodoran walopun ga tiap hari ada order :D *maklum masih kena guna-guna bahwa wanita itu multitasking* Jadi status saya apa atuh kalo ditanya? ya bilang aja FTM, repot amat :) ehtapi yaaa.. WM itu berguna banget lho.. coba, kalo ga ada DSOG perempuan,,, atau semua bidan itu laki2,, :D. Ada temen saya tinggal di Bethlehem.. bingung diaaa beli underwear dimana,, secara yg jual underwear ituuh bapak-bapak semuaaah :D akhirnya dia beli underwear di... London gituh? repot kaan kalo ga ada WM? eemmmm...
Urusan proses kelahiran: SC vs Normal
Nah iniii yg ga kalah seru juga,,, klo ibukibuk udah sharing cerita bgini nih,,, pasti akan banyak emoticon mewek , hihihii. Dan hampir semua alumni meja operasi akan berkata,, kira2 begini: akhirnya SC deh sayaaa, huaaaaa.. *inget, pasang emot mewek* klo dipikir2,, kok malah mewek sih,, kan anak-ibu sehat semua. Dan kadang ada pihak yang *menurut saya ga empati* bisa lahiran normal lalu di depan alumni SC bilang, Alhamdulillaaaaaaaahhhhh yaa saya suksesssss normal, gampaaaang,,setengah ngeden bayi langsung kluar (macam manaa itu setengah ngeden), Pengen tak bius sisan org kaya gitu :D apakah saya bisa berharap ada Gary Soneji atau Kyle Craig?
Alumni meja SC biasanya klo di kampung,, dituduh sebagai ibu yg mau enaknya. Kaya saya nih ditanyain tetangga: Mama Azki, lairan sesar ya? Enak ya, ga sakit." atau...."Sesar ya? Biar pas tanggal cantik ya?" Nah ini,,, orang2 yang minta dibius juga. Apa urusannya sama tanggal cantik,,, wong saya sudah cantik...*kalo ganteng, suami saya ga sukaaa*.
Lairan normal atau SC,, itu bukan sesuatu yang harus ditanggapi dengan drama dan banjir emoticon ya buibuuu, apalagi klo udah berjamaah gitu dramanya. Geli ih ngebayanginnya :D (saya ga punya empati banget yak, hwehehee). Apalagi kalo sampeyan ini yang alumni meja operasi malah jadi minder. Bangga dong lewat prosedur SC,, kan enak tuh bagian bawah sonoh kaga dijait yg ujungnya,,ehmmm.., hwehehee. Dan yang lairan normal,,, bangga dong karena,,errr.,, apa yaaa,, saya ga tau karena ga pernah lairan normal :D
Be proud of your motherhood gitu lhooo.. Mau SC ato normal,, surga masih di bawah telapak kaki ibu koook..
ASI vs Sufor
Pendapat saya pribadi? selama ASI masih keluar dan anak ga ada masalah kesehatan serius *di luar isu Berat badan anak*, saya menghiindari sufor. Pernah juga ngasi Azki sufor, tapi setelah konsul ke dokter gizi, dan cuma habis sekilo-an susu bubuk. Kalooo misalnya nih,, ASI gak kluar samsek atau saya punya anak adopsi, pilih ASIP atau sufor? ASIP,,liat dulu tingkat kerempongannya. kalo kenal dengan pendonor sampe ke habit makannya,, ya saya ambil ASIP. Tapi kalo engga,, sufor laah.. blom ada bayi meninggal karena sufor kan ya? yg tertera di poster pro ASI itu kan "resiko", bukan hal yang pasti terjadi. Tapi teteup, ASI pilihan nomor satu dan akan saya usahakan sampe bisa.
Obat 'modern' vs obat herbal
Sekarang lagi gencar promosi obat herbal. Apaaa aja ada deh dijual. yang paling tenar tentunya Habbatussauda, propolis, madu, apa lagi yak.. saya ada punya beberapa relasi, karib, dan kerabat yang fanatik bgt dah sama obat herbal. tidak menerima pengobatan secara medis. iyeee... karena kasusnya cuma batpilflu.
Pendapat saya pribadi? saya juga pake herbal kok,, bahkan Hiro pernah kecolek madu pas msh newborn,,gegara nippl* saya lecet dan saya olesin madu, pas mau disusukan, lupa diseka :D newborn Hiro juga dicolek pake kurma tamr,, sunnah rosul, kalo kata makmer saya. Hoo baiklah,, asal kurma tamr, bukan kurma biasa yg ada di pasaran. Okeeeh..ini memang masalah keyakinan ya.. jadi tolong jangan laporkan saya ke admin milis makanan sehat bayi-balita.
Saya juga meniatkan untuk rutin minum habbatussauda. udah rutin..tetep aja kena bisul. ya iyya... percuma aja nenggak habahaba sebotol kalo alergennya ga dihindari. akhirnya si bisul ditemploki serbuk habba *entah ide konyol datang dari mana* dan akhirnya bisul sayaaa.. GA SEMBUH. wekkk.. nyebelin. Apaah.. karena saya udah sugesti ga sembuh? bukaaan... tapi murni ini karena kesambet ide konyol yg diserai pikiran: oh coba aja, nothing to lose. yang ada si serbuk habba malah mengerak dan menyusahkan saya membersihkan luka, dan areal luka makin luas.
ada juga golongan ibu2 yang sepertinya takutttt banget berangkat ke dokter. entah apa yg ditakuti,, kalo saya sih jelas,, takut obat mahal. Kalo teman saya ini.. duit mah tinggal metik di ATM, tapi sangat khawatir ke dokter. Mungkin takut diresepin macem2,, dan itulah hasil kampanye RUM. Kata suami saya ttg RUM: oooh aliran sesat itu ya? Huhh minta disumpel stetoskop dia. Saya juga ngeRUM kalo situasinya masih bisa di handle. *ga usah dicritain, yg bisa di handle itu yang seperti apa*. Beuh, urusan ke dokter mah klo sama ibukibuk jadi lamaaa... dilematis.. potensial galau.. dan akhirnya nyampah di socmed. Kan lbh baik ke dokter klo ky gitu mah. ckckckkk..
Maka dari ituuuh.. kesimpulan saya.. obat herbal bagus untuk pencegahan, dan obat medis dipake saat kita udah kena sakit benerannya.. Ada yg ga setuju? tolong diem aja, ini blog saya. :D
Pro Vaksin vs Anti Vaksin
Bwahahahaa...ini yg paling bikin geli sebetulnya. Dua belah pihak ngeluarin jurus2 dalil andalan, baik itu dalil dari kitab suci, atau dalil dari hoax. Pendapat saya? saya pro vaksin lokal untuk penyakit yg masih diwaspadai keberadaannya di Indonesia. kalo vaksin2 ajaib seharga se-njut sekali njuss yaa saya ga ikutan, hehee..
dari yang anti vaksin: bahkan 30% dokter di USA tidak memvaksin anaknya.
dari yang pro vaksin: vaksin X dan Z sudah menyelamatkan bayi dan anak2 akibat efek yang berbahaya dari cacar dan polio
sok weh pang gugel sendiri nya,, saya mah udah berkunang2 mbacanya :D
eh jadi inget pernah dikasi ambu Kirana, link berita tentang orang tua yang dihukum karena tidak membawa anaknya berobat, hingga akhirnya si anak meninggal due to undiagnosed diabetes. Si ortu ini menganggap, berobat ke dokter tuh bentuk kemusyrikan, makanya pas anaknya sakit, mereka cuma gencar berdoa dan berdoa. kalopun si anak meninggal, Tuhan akan membangkitkannya seperti kisah Lazarus di bible. saya ga tau deh kalo udah menyangkut urusan kitab suci. BTW cerita ini salah tempat ya,, harusnya ada dii poin obat medis tadi bukankah? bukaaann...
Pengusaha vs Karyawan
Gegara seminar motivasi otak kanan oleh seorang motivator,, setiap orang terkena euforia "harus jadi pengusaha". Padahal kalo udah diajak ngobrol... mereka tuh sebetulnya cuma pengen kaya kok. Dan sebetulnya menjadi kaya itu tidak harus jadi pengusaha,,, Jadi mantunya capres yg pengusaha itu, juga bisa kaya kok. Hussh apaan sih kok ke sana ngomongnya :D
Pendapat saya? pengusaha itu bisa jadi pengusaha karena ada yg mau jadi karyawannya dia. intinya.. semua pihak itu punya peran masing-masing. ga usahlaaah ngejelekin profesi orang. Kalo orang itu udah jelek dari sononya yaa ga ngefek juga dijelekin, hihihi.
Kaitannya sama posisi sebagai ibu bgmn? jadi pengusaha yg diklaim bisa lebih dekat dengan anak? bleeeh,,, boong ah. Saya ya... iseng2 jadi Customer Service di bisnis online nya suami,,rasanya seperti menduakan anak dengan Blekberi. Mau main sama anak,, BB bunyi. Mau main sama BB,, eeh gantian anaknya yg bunyi. Bolak balik laaah, akhirnya brenti jadi CS :D. Jadiiii...kalo mau kerja di rumah ya yg profesyonal ngono lho.. ada blocking waktu kapan pegang gedjet, kapan pegang anak,, *ngomong aja,, realisasi NOL* *terbukti masih sempat njawab notif2 di WA grup :D . Malah kadang ibu yg jd karyawan itu lebih profesional lho,, karena jam kerja ya untuk kerja. Tapi statement ini dibantah sama suami saya: itu bu Y,,,, nyampe kantor lgsg nelpon BSnya anak-anak. Ntar jam 10 nelpon lagi. trus.. nelpon lagi. trus.... Yaah kaga slese dah urusan kantor (suami nggosipin mantan rekan kerjanya yg anaknya banyak :D)
Apa lagi yaa yg suka dijadiin bahan debat yang ga penting? saya jadi inget acara debat di tv swasta, ga mutu banget,, debaat aja *yaiyyaalaah judul acaranya aja DEBAT* tapi kadang debat ibu2 di dunia maya itu aroma kebenciannya kecium banget gitu lho,, padahal ga pake teknologi khusus. cuma tinggal dibaca, merasa panas,, lalu kluarin dalil segala macam. Padahal klo mau dakwah mah... udah ngomong aja seperlunya. Target ga kena? ya udah diem aja, ga usah maksain, ga usah ngegelosor di lantai juga macam bocah tantrum :D tapi seru juga sih baca ibu-ibu debat ga penting gitu, jadi kliatan pribadi masing-masing tuh seperti apa. Ada yang sarkastik,,, atau sabar,, atau ada juga yg tipe penengah,, ada juga yg sudah ditengahi tapi masih nyolot.. hahahaa, kocak abis. cocok jadi materi stand up comedy. *hubungi soleh solihun kah habis ini?*
Perlu seorang badass mommy untuk melerai perdebatan. Saya? badass mommy? bisa juga saya disebut begitu, karena saya mau anak2 saya tumbuh tanpa disertai ketakutan ga berdasar dari ibunya, semisal takut ke dokter lah, takut minum obat lah, takut ga naik kelas lah.. takut ga masuk PAUD montessori lah, dan segudaaang kegalauan mamak-mamak di jaman digital ini.
Sekian dan terimaicih.
Thursday, December 6, 2012
"Oglangan" Getaway
note:
oglangan = mati lampu
jadiii..seperti yang sering terjadi di kampung inih.. malam minggu kemarin di rumah mati lampu. ya ngga rumah ini doang,,ada skitar 7 ato 8 rumah ya yg kena. jamnya makan malam tuh.. akhirnya kesampaian deh candle light dinner, bweeehehehee *dalam ati yo nyesek seh..*
tunggu punya tunggu, tnyata ampe minggu pagi blum nyala juga tuh. Sprei jadi lembab karena semalaman anak-anak gembrobyos,kemringet, dan saya nyaris ga tidur karena musti ngipasin anak-anak. *surga ada di telapak tangan ibu yg pegang kipas* Okelah, harus cepat siap-siap nih, kabur ke manaaa gitu yg jauh dan pulangnya sore. Ke Bandung meureunan? nyahahaa.. ngimpi. Seperti biasa jadwal hari Minggu adalah ke Al-Azhar BSD untuk
seru ga? seru doong, apalagi panas2 gitu tanpa ada sunshade, maknyooos :D Azki seneng banget di sini soalnya perosotannya banyak, banyak juga model panjat-panjatan. kaya ga mo pulang gitu deh, hihihi. Paling susah tuh kalo mau makan. Ga ada bangku2 berpayung ala kolam renang gitu. Jadi ya makannya sambil kelilingin pleigron. Keluarga lain malah makannya di bawah perosotan. Sepi banget di playground ini, karena cuacanya panasss pas kami datang.Ya jelas lah mereka lebih milih nyemplung ke kolam renang.
Karena kemarin masuk playground nya ga pake mbayar, jadi ga inget deh berapa tiket resminya masuk ke sini. kayanya skitar 15ribu yah per orang untuk playground saja. kalo masuk kolam renang, di-charge lagi.
Tnyata main 30menit doang tau2 udah gerimis. yaaah... kasian Azki blum puas. Kapan-kapan lagi ya Nduk, kalo ngajinya udah banyak baru deh kita cari playground lain. Eh denger2 di Cikupa, di dalam kompleks Citra, ada mini theme park. Awal tahun ini kami sempat sih ke danau situ buat naik bebek gowes, tapi ga sempat nglirik2 si theme park karena kayanya masih under construction. Dan di sana ada waterpark juga.
yaiiyyy... nabuuunggg!!
Melihat Azki dan Hiro bisa lelarian di playground begitu, bikin saya jadi ga pengen ke mancanegara kalo banyak theme park di Indonesia. *tapi pengen ke Turki, si ayah ngefans sama Muhammad Al-Fatih, ceunah. ahahahaa.
Label:
Family's Stuff,
Liburan,
Referensi,
Tangerang
Subscribe to:
Posts (Atom)

