Saturday, June 11, 2011

"Wong" Punya Duit, Tapi Kok...

Mengikuti pedoman perawatan bayi sesuai ilmu pengetahuan terbaru, baik melalui buku atau milis, membuat saya dianggap aneh oleh mama dan kerabat dekat. Yang parahnya lagi, saya dikira sedang mengalami krisis ekonomi keluarga :D.

Yang pasti membuat mama saya "meradang" dan tidak sabar adalah keputusan saya untuk memberikan ASI eksklusif saat Azki lahir. Saya menolak membeli susu formula dan botol2nya. Akhirnya mama saya pergi ke swalayan dan beli sekotak susu formula dan menyuruh suami saya membeli botol susu. Mama saya bilang: Nanti kalo kurang mama tambahin lagi (uangnya).

Selain urusan susu, urusan kosmetik bayi juga dibawa2. Saya diomelin karena ga mau ngasi cologne, bedak, krim segala rupa, untuk Azki. Saat bayi Azki cuma diberi sabun yang fungsinya integrated seluruh badan, dan minyak telon. Mama bilang: Azki kok baunya acem?

Berikutnya,, urusan ke dokter. Berbekal ilmu yang menyebutkan bahwa batuk pilek adalah karena virus dan tidak perlu diberi AB, saya kekeuh ga mau bawa Azki ke dokter saat dia demam ringan, batuk, dan pilek. Dan akhirnya mama saya bertanya: Apa kamu lagi ga megang uang?

Kalo diinget2 lagi kok rasanya pengen tertawa. Da kumaha atuh, sudah diberi penjelasan bolak balik, ngga mau ngerti juga si mamah teh.

Untuk (anak) yang kedua ini,, saya sudah menemukan satu cara baru untuk memancing mama berkomentar serupa :D Ya, saya kontrol saja ke bidan, sesekali waktu ke praktisi obgyn (SpOG). Sebelumnya, seperti biasa, saya browsing2 dulu laah..biar lebih mantab di hati kenapa musti ke bidan. Pengalaman satu-dua teman sealmamater di pulau dan negeri seberang menguatkan keyakinan saya untuk mendatangi bidan. Ditambah lagi, Alhamdulillah saya punya riwayat kesehatan yang bagus di kehamilan pertama. (tindakan caesar itu hanyalah keputusan di masa injury time).

Jujur, yang saya cari bukanlah harga murah. Ini perlu saya jelaskan mengingat ada seorang rekan yang menyatakan bahwa tidak pantas untuk anak kok kita itung-itungan masalah biaya, karena jangankan biaya, nyawa pun kita bisa bayar. Saya hanya mencari sistem pengobatan/perawatan kehamilan dan bayi yang rasional, yang efisien (tepat guna), dan tentunya aman. Kalopun itu lebih murah, anggaplah itu nilai plus. Toh saya juga pernah 'membayar mahal secara ekonomi' dalam rangka mendidik Azki. Nothing's free in this parenting world..:)

Wednesday, May 18, 2011

On My Way Back Home

Sekitar 18-19 tahun yang lalu, aku sebagai seorang anak bersama orang tua dan kakak melakukan perjalanan darat dari Solo-Jakarta PP menggunakan mobil pribadi. Awal bulan ini, aku, sebagai seorang ibu dan istri, melakukan perjalanan Tangerang-Solo PP menggunakan mobil pribadi. Bedanya, jika dahulu aku menggunakan mobil jenis city car berusia sekitar 10 tahun, sekarang aku menggunakan mobil jenis jeep berusia 8 tahun.

Sebetulnya sang driver, yaitu suami, belum pernah mengemudi lebih dari 200 km dalam sekali jalan. paling pol ya ke Bandung. Tapi karena didominasi rasa penasaran (baca: nekad), akhirnya kami berangkat juga ke Solo, naik mobil pribadi.

Jarak TNG-Solo minimal 600 km. Dengan jarak sejauh itu, perlu supply BBM sebanyak minimal 60 L. Selain itu, karena direncanakan ini adalah perjalanan santai, maka harus ada dana penginapan. Rencananya kami akan menginap di kota Tegal. Karena kota kecil, maka dana menginap dipatok tidak lebih dari Rp 300 ribu. Selain itu, perlu juga disiapkan dana jalan tol. Jalan tol yang akan dilalui adalah Tol Bandara, Tol dalam kota Jakarta, Tol Cikampek, Tol Palimanan-Pejagan di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, dan Tol Bawen di Semarang. Dana tol ini kurleb Rp 65 ribu.

Selain biaya,,perlu juga cemilan buat travellernya. Menurut orang2 tua jaman dulu, pergi keluar kota ga sah kalo ga bekal sayur mayur. Benar saja, aku membawa bekal nasi buat 6 porsi. Lauknya rendang n telur asin. Buat Azki, lauknya beli aja di resto2 yg suka ada di sepanjang pantura. Selain makan berat, kami juga membawa air panas, gelas, kopi, susu Azki, dan cemilan. Wah pokoknya ini mobil udah kaya karavan. Mungkin kalo anak kami banyak (3, misalnya), kami harus membeli minibus yg dimodif jadi mini caravan, kaya' yg sering ada di film2 keluarga a la Hollywood :D

Untuk kenyamanan penghuni mobil, dibawa pula selimut dan bantal. Untuk Azki, ditambahkan boneka kelinci kesayangannya.

Sebelum berangkat, kami mendapat berbagai macam saran, misalnya: Lewat pantura aja,,, atau, Lewat selatan aja.. lhoh ini yg bener yg mana. Ternyata dari dua sumber yang berbeda, dua jalur tsb sama2 sdg mengalami kerusakan. Kami akhirnya mengambil jalur pantura. Dan benar saja, kemacetan terjadi di Brebes, setelah keluar tol Pejagan. Brebes-Tegal yg normalnya ditempuh dalam waktu 1 jam, karena macet menjadi 3-4 jam. Sebelum masuk Brebes, jalan pun banyak yang rusak (kecuali tol Palimanan-Pejagan). Makanya perjalanan menjadi ga lancar. Semua perkiraan pun menjadi meleset. Aduuh...emg ga bisa ya memperbaiki jalan itu 10 tahun sekali aja? ga perlu tiap tahun? masih banyak wooii.,,jalan rusak di Indonesia.

Alhamdulillaah..semua penghuni mobil dalam kondisi fit dan tidak ada yg rewel, terutama Azki. Aku awalnya pesimis Azki bisa survive di perjalanan 24 jam ini, mengingat aku dulu umur 9 tahun aja pasti mabuk darat kalo ke luar kota. Ternyata Azki sangaaaat kooperatif. Dia mau makan di mobil yang sedang berjalan, ga mabuk darat, kerjaannya kalo ga nyanyi2 ya tidur aja di kursi depan, tidur full 9 jam. Sampai di Solo pun dia mau makan,,ga kaya dulu yg ogah2an. untuk diketahui, perjalananan TNG-Solo ini menemppuh waktu 24 jam.

Ohya, buat yang pertama kali lewat jalur pantura (nyetir sendiri), ga perlu khawatir akan jalurnya. Ga bakalan tersesat. Kami memang bawa peta,, tapi ternyata petanya berfungsi untuk menunjukkan "Habis ini kota apa ya? kapan ya masuk tol Palimanan?".Untuk arah, semuanya rapi disajikan oleh papan penunjuk arah made in DisHub. Jadi kekhawatiran akan tersesat plus bayangan2 akan film horor hollywood tidak mungkin ada, hehehe...film horor kan suka gitu tuh alurnya, naik mobil rame2, tersesat ke desa aneh yang tidak ada di peta, trus dibantai sama psikopat di desa tsb. :D:D *kebanyakan nonton film ga bener nih*

Proses perjalanan pulang akan diceritaka nanti, kalo inget :D

Tuesday, May 3, 2011

Yu Atun

Fenomena pengasuh anak sudah ada sejak dahulu. Bahkan sejak ayah-mamaku masih kecil. Karena nenek2ku pedagang dan beranak banyak, yaa mempunyai pengasuh anak adalah opsi yang masuk akal. Kebiasaan memakai pengasuh di keluarga tetap bertahan saat aku dan kakakku lahir. Karena ayah bekerja sekaligus kuliah dan mama mempunyai usaha cemilan, jadilah aku dan kakakku tumbuh diasuh "nanny" (halah..keren amat istilahnya).

Pengasuhku bernama Yu Atun alias Yu Tun. Sapaan "yu" berasal dari kata "mbakyu", jadi karena dulu beliau masih muda ya manggilnya "yu". masa dipanggil "mbok"? hehe.. kata mama Yu Tun mulai bekerja untuk kami saat dia berumur 16 tahun. Wallahu a'lam. Yu Tun ini asalnya dari Kroya, dekat Cilacap. Karena diminta oleh nenekku, maulah dia berkelana hingga ke Bandung untuk mengasuh 2 krucils, aku dan kakakku. Kata mama, aku yang paling dekat sama Yu Tun. Dari bangun tidur sampe tidur lagi malam hari, aku selalu nempel sama Yu Tun. Bahkan Yu Tun masak pun aku tetep nempel, digendong pake kain jarik dan dikempit di bawah keteknya. huahahahaha...wah pokoknya apa2 Yu Tun deh...

Saat keluarga kami pindah ke Solo, Yu Tun ikut juga. Yu Tun nganter-jemput aku ke TK. Kalo jemputnya telat, bisa dipastikan aku akan menunggu di pojokan teras kelas sambil sesenggukan :D. Pulang sekolah jam 10 pagi Yu Tun langsung menyuapi aku makan. maklum dulu aku sangat langsing..walhasil harus makan berat 4x sehari.

Saat aku sudah masuk SD dan mama menyuruh aku berlatih berangkat-pulang sekolah sendiri, tugas Yu Tun berkurang. Dia lebih banyak berkutat di dapur, bahu-membahu dengan ART yang lain, masak atau beberes.

Saat aku pindah ke Bontang, Yu Tun pulang ke Kroya. Dia ngga mau meninggalkan simboknya yang sakit di sana. Ya suwd..saat di Bontang itulah pertama kalinya mamaku merawat bayi (adikku) tanpa ART. Tapi saat ayah-mama berangkat haji, Yu Tun berdinas lagi, tapi di Solo. Jadi selama hampir 2 bulan adikku dititipkan ke nenekku dan Yu Tun di Solo dan aku & kakakku tetap di Bontang.

Belasan tahun mengasuh anak dari satu keluarga gitu, pertanyaannya adalah: memangnya Yu Tun ngga nikah? ternyata memang tidak menikah selama dia mengasuh anak2. Sampai suatu hari kami mendengar dia menikah. Kami 3 bersaudara memang sudah relatif mandiri, tidak ada lagi bayi yang harus diurus. Sayangnya Yu Tun tidak datang saat aku menikah, karena dia sedang menunggu kedatangan anaknya dari luar Jawa.

Kemarin malam mamaku menelepon, mengabarkan bahwa Yu Tun meninggal. Kaget sekali aku,,selama ini ngga pernah terdengar kabar apa2, tau2 meninggal. Langsung deh aku teringat kembali masa2 diantar ke sekolah naik sepeda tua. Yu Tun juga yang nemenin aku kalo mama-ayah ke luar kota.
Selamat jalan ya Yu Tun, semoga kebaikan2mu terhadap keluarga kami diterima di sisi-Nya.

Jaman sekarang, susaaah sekali mencari pengasuh yang setia bertahun-tahun. Mencari yang baik dan pintar momong masih lebih gampang, walopun kadang susah juga *halah piye tho ga konsisten*. Pengasuh keponakanku, baru 1 tahun sudah resign karena mau menikah, pdhl umurnya masih sekitar 19 tahun. Dia tau kali ya, nikah itu enak, hehehe...buat yang sedang berjuang mencari ART setia, selamat berjuang yaa..

Thursday, April 21, 2011

Memilih Cerita Anak

How do you expect kids to listen to their parents when:
Tarzan lives half naked,
Cinderella comes back home at midnight,
Pinocchio lies all the time,
Aladdin is the king of thieves,
Batman drives at 320KM/h,
Sleeping Beauty is lazy,
and Snow White lives with 7 guys.
We shouldn’t be surprised if kids misbehave at times! They get these from their own storybooks...

Paragraf di atas sebetulnya hasil copas dari status FB seorang sepupuku. Sekilas terbacanya lucu, dan kadang kita hanya bisa mengambil sisi melankolis dan heroiknya saja tanpa mengerti keburukan dari cerita2 tsb. Pendapatku pribadi:
Tarzan: dalam Islam seorang pria tidak boleh memperlihatkan paha (di atas lutut)
Cinderella: Perempuan tidak seharusnya keluyuran jam 12 malam, sendirian
Pinokio: pesan cerita sih "jangan berbohong",,tapi secara psikologis anak2 tidak mengenal kata "jangan" atau "tidak".
Aladin: kebaikan hanya dapat diperoleh dari proses yang baik.
Batman: ga punya etika "safe driving"
Sleeping Beauty: Seseorang harusnya bangun dan bergerak, bukannya tidur dan pasif menunggu
Snow White: memang itu hanya kurcaci,tapi bukan kerabatnya.

Masih banyak kok cerita2 lain yg lebih mendidik, yang dekat dengan perilaku positif sehari2. Misalnya buku2 ttg "Aku Bisa Mandi Sendiri", "Aku menggosok Gigi", "Aku rajin beribadah", dll. Cerita ttg Rasul dan Santo (untuk yg non muslim) itu malah lebih everlasting.

Yuk lebih aware dengan materi bacaan untuk anak :)

Wednesday, April 13, 2011

Mengusir Ayah

Azki sedang memasuki fase "mengusir ayah". Apakah ini terjadi pada semua anak?atau hanya pada Azki? Hmm...entah ya.

Azki mulai mengusir ayahnya saat masuk waktunya tidur malam dan bangun pagi. Saat menjelang tidur malam, Ayah diusir2 ga boleh tidur di kasur. Bahkan ayah ga boleh tidur beralaskan bantal, guling, dan selimut. pokoknya musti tidur di lantai, di luar kamar. Itu ngusirnya udah yang pake ngamuk sejadi-jadinya. yang boleh di kamar cuma Azki dan ibu. Kadang ayah juga jahil,, sudah dilarang tidur di kasur, eeh malah nggandeng ibu buat tidur di luar,, katanya: "eh Azki, ayah dan ibu mau ada perlu, Azki ga boleh ganggu yaa". Huaaaa..Azki langsung meradang. Ayah langsung ditendang, dicakar, dan ditampol. Waah ga bisa ditolerir. Kasian ayah..bisa babak belur dia kalo ibu ga melerai. Jadi hampir tiap malam ibu marah2 ke Azki yang sudah mulai ga sopan sama ayahnya. Biasanya Azki capek sendiri, nangis sesenggukan, terus minta gosok-gosok punggung sebagai pengantar tidur.

Pas bangun paginya,, mulai lagi deh si Azki, tapi ga separah kalo malam. Azki cuma mau disambut ibu kalo bangun pagi. Kalo ayah yang datang, ya nasibnya ga jauh beda dengan semalam,, ditendangin lagi. Hehehe...I'm so sorry to see this, Ayah ^_^

Tapi anehnya..begitu ayah sudah mau berangkat kerja,, Azki tiba2 lengkeeeet banget sama si ayah. Sampai2 harus mengantar kepergian ayah dalam jarak 30 meter. hadeuuh kocak, unik, ngeselin...campur campur. Pas ayah pulang kerja, misalnya pas pulang sore/magrib, lengketnya masih ada..Ayahnya disuruh jadi kuda, atau dikerjain apalah..hingga waktu tidur tiba, dan berulanglah pengusiran tadi.

Tuesday, April 5, 2011

Azki Mau Sekolah

Saat ini usia Azki sudah lewat dari 2.5 tahun. Hobinya masih aja nongkrong di rumah. Utinya sampe nanya, "itu Azki ga disekolahkan?". Bukannya ga mau.. tapi di radius 3 km dari rumah tidak ada nursery yang bagus ("bagus" sesuai kriteria ibu). Playgroup pun nerimanya mulai usia anak 3 tahun. Lagipula ibunya masih suka 'nguyel-uyel' (tidak menemukan padanan kata yang pas) ini anak.


Walaupun belum sekolah, tapi gayanya Azki tuh kadang2 berasa dia mau segera didaftarkan masuk sekolah. Misalnya nih, suka banget bawa tas ransel. Segala macam mainan dimasukkan ke ransel, mulai dari krayon, buku bacaan, DVD Elmo/Barney, kacamata hitam, sampai ibu pernah menemukan sendok sayur dan saringan kelapa di tasnya si juragan ini.


Karena gayanya yang sok-sok mau sekolah ini, ibu jadi gampang kalo mau membujuk Azki, misalnya nih:



  • Azki kan udah mau sekolah, mandinya pake air dingin ya.

  • Azki kan udah mau sekolah, ee'nya di kloset ya

  • Azki kan udah mau sekolah, harus berani renang ya

  • Azki kan udah mau sekolah, makannya yang banyak ya, biar cepet gede

  • Azki kan udah mau sekolah, harus rapikan krayon dan buku ya..

Pokoknya "mau sekolah" jadi senjata ibu deh utk membuat Azki mau nurutin ini dan itu :D, eh kecuali soal Poop yang seringnya masih kebobolan di celana :(

Jadi kapan nih sekolahnya?? kok ibu jadi ga rela ya melepasnya bersekolah ^_^

Biar tambah berlagak mau sekolah, sekalian aja ibu belikan pensil, krayon,, ibu sediain kertas reuse buat coret2, dan minta sama babanya Azki untuk dibuatkan kaos olahraga sekolah dan topinya, hehehe. Ini karena babanya Azki punya usaha konveksi kaos yang banyak menerima pesanan kaos sekolah.

Ih, kaya apa ya centilnya anak ibu kalo sudah sekolah? ah ibu jadi ingat masa2 adik ibu masuk playgroup dulu :) tiap pulang sekolah pasti ada aja surplus centilnya ^_^ Hmm,,kira2 peralatan lenong untuk masuk sekolah, apa saja ya? ada yang mau share? :)

8 Things Behind Mommy-Azki

Wah sekian lama tidak buka blog, ternyata dapat award dan PR dari Bundit. Ceritanya disuruh "buka-bukaan", mengungkap sisi lain, setajammm...sillette. Huehehe...ah moso seh menulis sendiri pribadi kita? kalo dikatain yg ngga2 sama org lain, gimana? tapi memang saya pernah dengar, beberapa orang bisa lebih "rame" saat berbicara tentang diri mereka sendiri. Yaa siapa tau saya termasuk satu dari mereka *astaghfirullaah...* tapi demi Bundit, saya memutuskan untuk mengerjakan PR ini, karena dulu pernah dapet award dari Bundit tapi ga dipajang *karena waktu itu masih gaptek*. Mari disimak..jama'aaaaah,,,ooooh jama'ah...



award dari Bundit


1. Ga minat sama sesuatu yang lagi 'in' Biasanya ini berlaku untuk fashion, musik, dan film. Di saat orang2 heboh ngomongin Transformer dan Twilight Saga, saya malah beli DVD *bajakan* film2 dari jaman purba. Saat orang2 bicara ttg Bieber, Gaga, Perry, dan the Kardashians,, saya kira itu penyanyi lama yang eksis lagi. Payaaah... Dulu jaman ABG, saat remaja putri memuja bintang sepak bola David Beckham, Andrij Shevchenko, atau Raul Gonzalez yang masih usia 20-an, saya malah memasang poster Jurgen Klinsmann dan Leonardo (sekarang pelatihnya Inter Milan) yang saat itu sudah cukup tuwir untuk berlaga di lapangan bola. Ahahahaha...


2. Suka yang saklek makanya saya suka pelajaran berhitung. Tapi karena sakleknya, saya mengalami kesulitan saat harus improvisasi di dunia sosial dan artistik, misalnya saat tugas mendesain di kuliah dulu. Malah nilai yang bagus keluar di pelajaran struktur. Sekarang saya belajar untuk tidak saklek, lebih mengasah otak kanan, lebih ke arah "percaya" daripada "logika".


3. Ga suka keramaian Keramaian ini temasuk hiruk pikuk orang mudik atau long weekend holiday.Termasuk juga keramaian di mall saat lagi ada sale. Ah benci banget. Kadang untuk urusan kondangan pun saya agak males datang, kecuali kalo suami sudah turun tangan mengajak datang. Hehe,,makanya saya sering absen kalo ada nikahan teman,,mendingan datangnya ke rumah manten baru pas udah kelar resepsi. Soal keramaian di publik,, saya mengatasinya dengan tidak liburan di saat orang lain berlibur. Ga nge-mall di jam orang lain nge-mall. Bahkan saya ke XXI di hari Selasa jam 11 siang. Ketemunya brondong2 seger :D:D Untungnya suami saya bukan pekerja kantoran yang harus check clock ini-itu,, jadi saat saya punya hajat berlibur di hari kerja, suami bisa menemani.


Sekarang ini kemacetan di Jakarta udah ga manusiawi. Semakin memperparah rasa sebel saya terhadap keramaian. Bahkan hari Sabtu jam 8 pagi saat saya dan suami OTW ke kantor, tol Jakarta-Merak itu udah kaya tempat parkir mobil :(


4. Kadang o'on Ke-bloon-an saya membuat saya di beberapa kesempatan tertipu untuk hal2 konyol. Baik itu tertipu untuk senang2 atau tertipu dalam segi ekonomi. Misalnya nih,, suatu siang ada seorang ibu datang ke rumah menawarkan bubuk abate. Katanya wajib, makanya bungkusnya harus ditunjukkan saat pengecekan esok hari. nah karena lagi o'on, saya jadinya beli deh itu bubuk abate, yang seharusnya GRATISSS dari kecamatan. Belum lagi saat saya ditipu oknum kasir toko donut, yang katanya mah America's number 1 donut. Wah bener2 sebel banget,,taunya ditipu setelah mbayar dan ditanya suami: bener kan harganya 35ribu? padahal mah saya bayarnya 50ribu :(( *marah guling-guling*


5. Malas beres-beres Sejak Azki lebih aktif,, entah kenapa saya jadi cepat lelah. Ujung2nya saya malas beres2. Malas beres2 buku yang bergelimpangan di sana-sini, mainan Azki yang tersebar dari teras sampai halaman belakang,, aaarghhh.... makanya dulu saat kedatangan kerabat yang strict banget soal kebersihan, saya lihat kok raut wajahnya jadi aneh..mgkn takjub bagaimana mungkin ada rumah sejorok ini :D:D masalahnya saya kesulitan meng-organize barang apa ditaruh di mana..mustinya ada reality show yang membantu menata rumah yg berantakan macam ini :D tapiii...saya pernah melihat kok rumah lain yang jauh lebih tidak 'well-organized' dibandingkan rumah saya *menghibur diri*


6. Mempunyai niat memasak yang luar biasa besar Niat yaa,,belum Action :D makanya suami suka menggoda: Tuh Azki..ibu sedang mengkoleksi resep masakan..kita tunggu berapa tahun yaa masakannya ada di meja? Iya, saya memang suka melihat hasil foto makanan2 di internet atau di buku resep. tapi ya itu..kadang semangatnya muncul saat membeli buku..pas udah menghadap dapur,,tiba2 malas. padahal bahan2nya sudah dibeli :p tapi setidaknya nafsu memasak saya cukup bermanfaat saat suami mengundang rekan kerjanya makan siang di rumah. cukup menghemat isi kantong hingga 50% ^_^


7. Suka baca Saya suka banget baca, mulai dari majalah sampai artikel, apalagi novel. Waktu saya SD, saya suka sekali membaca Intisari, sampai berlangganan selama kurleb 4 tahun. Berhenti saat krismon melanda negeri ini tahun 1998. Saat SMP, saya suka cerita detektif STOP, Lima Sekawan, Agatha Christie, dan majalah Gatra. Padahal teman2 di sekolah pada langganan Gadis, saya malah baca Gatra :D anomali!! Karena identik dengan buku, maka teman2 sekolah menengah melihat saya sebagai seorang kutu buku, berkacamata tebal, kalo jalan seringnya nunduk, dan saking ga populernya saya, sampai2 guru saya ga ingat saya angkatan tahun berapa, padahal satu angkatan kami isinya cuma 90 orang!! untung kami sekolah di daerah terpencil ga banyak isu2 tentang bully. maka selamatlah saya selaku warga kuper dari tindakan bullying.


Rupanya hal "tidak suka keramaian" saya kompensasi dengan "gila membaca", "suka mendengarkan musik", dan "nonton film". One day saya ingin bikin community library di kampung ini, biar anak2 di sini bisa baca buku gratis, nonton film dokumenter gratis, dan belajar internet..gratis juga? jangan doong..bayar atuuh..:p


8. Cerewet Sebetulnya saya juga bingung kesan orang terhadap saya apa. Ada yg bilang saya jutek lah, sinis lah, sadis lah..tapi ga ada yg bilang saya manis :D:D sebetulnya sih ya..mungkin benar..ini karena saya terlalu defensif terhadap orang baru. Kalo di blog sih ga masalah cerewet, toh saya ga ketemu para pembaca (tapi kalopun ketemu bisa di-switch jadi kucing manis,,miaaauuuuww). Biasanya teman dekat dan org tua lebih ke kesan cerewet. Karena kalo lagi ada topik yang seru, bisa2 mulut saya berubah menjadi petasan cina, alias bunyi ga brenti2. Ibu saya bilang, "coba deh kamu apply ke radio". jadi apa? microphone-nya mungkin?


Ahhh...sudah slesei nggarap tugasnya. Sudah2, jangan menambah membuka aib sendiri :D berikutnya dioper ke mana ya tugas ini? AhHaa..ke kalian saja yaa:)


1. Bunda Alfis


2. Bintang


3. Yustika


4. Mbak Didin


5. Mamih Okta


6. Melissa


7. Ratri


8. Mbak Susi


Silakan..monggo..dikerjakan dengan kesadaran dan keihklasan masing-masing :)

Wednesday, March 2, 2011

Infeksi Telinga

Sudah seminggu aku kena infeksi telinga. Awalnya rasa gatal menyerang lubang telinga. udah gitu, kotoran kering tiba2 volumenya berlebihan. jadi bawaannya pengen mbersihin mlulu pake cotton bud. yang biasanya membersihkan telinga 7-10 hari sekali, karena ada gatal2 ini, jadi sekitar 2x seminggu. Awalnya sih ngiranya normal2 aja.

Sampai suatu hari ada rasa tuli sebelah. Rasanya seperti naik pesawat, yang telinga rasanya budeg dan diatasi dengan menelan sesuatu. Tapi yang ini ngga bisa gitu. Rasanya juga seperti telinga yang kemasukan air sehabis berenang. bener2 terasa tulinya saat menerima telepon di telinga kanan. Selain berasa tuli, di dalam telinga nun jauh di sana seperti ada yg menggelitik dan menonjok-nonjok. Wah pokoknya sakiiit..

Nah..pas weekend kemarin aku pergi ke Bandung, nginepnya di daerah yang tinggi. Lah Bandung ini ketinggiannya sudah 709 m dpl, ini musti naik lagi. Walhasil telinga makin nyeri. Pulang dari Bandung, sampai rumah pas malam minggu. Rasa telinga makin ga karuan, mulai keluar cairan dengan semburat darah. Semalemam aku ngga bisa tidur, hiks..
Minggu pagi ke UGD, ketemunya dokter umum. Dokter ga brani ngasi obat macem2, cuma semacam obat tetes ringan aja. wong dia juga ga minta lihat penampakan telingaku. Haduh mestinya dokter kek gini ga usah dibayar. Kata dokter aku terkena OMA, otitis media akut. Wah kirain OMA IRAMA,,hehehehe..akhirnya aku disuruh dateng lagi besoknya buat ketemu dokter THT.

Pas ketemu dokter THT, dia korek2 lah telinga aku itu. kata blio, ini infeksi, gendang telinganya nih yang kena, makanya ada efek tuli. Dia ngasi resep obat tetes dan AB untuk diminum. Obat tetesnya ada 2 macam, untuk membersihkan dan untuk mengobati. Yang untuk membersihkan ini, H2O2, rasanya anget di dalam telinga, kemudian karena bereaksi dengan kotoran dan luka, menimbulkan sound effect berupa gemuruh, gemuruh mengundang, hehehe

Ga enaknya pake obat tetes ini, kalo pas awal2 obatnya masuk, diusahakan tidak melakukan gerakan menelan, termasuk menelan ludah sendiri. Karena aku beberapa kali menelan ludah, akibatnya obat tetes tadi -ga tau gimana caranya, mungkin lewat saluran eustachi- tembus ke kerongkongan. dan itu rasanya ga baaangeeedh deh, kebakar-ketusuk gitu deh :'( Sebetulnya bisa aja menelan dengan aman, tapi posisi kepala dan otot di dalam kerongkongan musti di-adjust agar otot yg bergerak bukan otot di bawah telinga yang sakit. hadeuuu..rempong amaaaat...

Duuh,,ngga kebayang kalo ada bayi kena OMA..pasti rewel-surewel ya..alhamdulillah Azki belum pernah, dia tau ibunya ga sabaran denger anak rewel :D:D:D

Monday, February 28, 2011

Azki 30 Bulan

Kemarin Sabtu 26 Februari, Azki mendapat tambahan rezeki, masuk ke usia 2,5 tahun. Ibu termasuk sedikit malas yaa meng-update perkembangan Azki.
Yang paling menonjol di perkembangan Azki kali ini adalah pola bicara. Logatnya sudah betawi banget.. ga keliatan kalo punya darah Solo. Dan beberapa kali ibu memergoki Azki meniru kata2 tidak baik yang ditirunya dari tetangga sebelah. Ooo kalo sudah begini ibu ambil cabe, siap dioleskan ke mulut Azki. Azki pun berhenti berkata2 buruk. kenapa ibu mengancam dengan cabe? karena diberi tau baik2 Azki belum mau mengerti. Perkara nanti Azki ga suka cabe? hmm...ga masalah si dia ga suka cabe :D

Azki makin getol jajan. tiap ada tukang penjual makanan atau mainan, pasti merengek minta dibelikan. Minta ke si Mbak, atau minta ke ayah-ibu, atau minta ke Baba. Kata Uti, anak kalo keseringan jajan nafsu makannya bisa berkurang. Mungkin Uti benar, Azki sudah mulai memasuki fase mengemut makanannya. Kadang2 nada bicara Uti seakan menyalahkan ibu "kenapa sih musti kerja jauh dan sampai malam?"

Azki suka meniru kata2 kami. Kadang kalo ibu kesel gara2 Azki pup di celana, Azki berinisiatif ngomong "Azki siih, ee' ga bilang-bilang siih". atau kalau dia muntah, ngomongnya "Azki muntah ga bilang-bilang siih". beberapa contoh dialog Azki:


(ceritanya ngeliat odong2 di depan rumah)
Azki: naik odong2 haram, naik odong2 ada setannya
Ibu : kata siapa?
Azki: kata emak.
tapi tetep aja merengek minta naik odong2, biarpun sudah diomelin emaknya.


(ceritanya mau makan)
Ibu: doanya gimana?
Azki: bismillah hirrohiim, aaamiiin
Ibu: ikutan siapa doa kaya gitu?
Azki: kaya upin-ipin
Emak: huuh, kenalnya sama upin-ipin. Sama hasan-husein (cucu Nabi Muhammad) doong!


Azki: Ibu mau ke mana? mau kerja yak?
Ibu : iya
Azki: kalo ibu pergi, Azki sama siapa?
Ibu : sama Mbak, sama baba
Azki: kalo Azki nangis, ntar gimana?
Ibu : ditinggal sendirian, ngga diajak main
Azki: Azki ngga mau nangis ah

satu hal yang masiiih bikin ibu sedih adalah, mengenai BB Azki. angkanya ga pernah tembus angka yg masuk kategori cukup.Cukup lho, bukan normal. That means, BB Azki memang jauh di bawah normal. Berpuluh-puluh kali telinga ini mendengar orang, terutama sodara di sini, berkata hal-hal buruk. Kurus, cungkring, kurang gizi, peyot, pesek,.. sudah pernah ibu dengar dari mulut orang yg ga seharusnya ngomong gitu. sebenarnya Azki adalah pemakan segala. dari protein hewani dan nabati, sampai jajan pasar semuanya masuk perutnya. Apa anak ini jangan2 cacingan ya? satu usaha meminumkan obat cacing diakhiri dengan tampolan tangan Azki ke sendok obat. DSA selalu bertanya, susunya apa? apa ibu jawab aja, susunya merk N, yang iklannya lebay banget itu tuuuh..Ibu malah jadi parno ke DSA.


Saya membaca biografi seorang motivator Indonesia. Dia bercerita bahwa deskripsi masa kecilnya jelas bukan impian ibu2 terhadap anak pada umumnya. sakit, kurus, nampak tulalit, and so on. Berkat doa ibunya, pria ini menjadi salah satu motivator muda dan hebat di Indonesia, pengusaha properti dan edukasi, dan penulis buku best-seller. Saya lalu teringat tweet seseorang: Ibu yang hebat adalah ibu yang sanggup membuat pondasi untuk anaknya dengan menggunakan batu2 yang dilemparkan orang kepadanya. Mari kita berdoa dan berusaha agar bisa menjadi ibu hebat itu ^_^

Wednesday, February 23, 2011

Lagi-lagi ART

Baru kali ini aku bernegosiasi *halah bahasanya* dengan pengasuh Azki, Si Mbak. Sejak izin ga masuk karena keguguran akhir tahun lalu, porsi kerjaan dia kukurangi, dikit,,hehe..trus tiba2 pas hari pertama masuk setelah libur -itu sekitar pertengahan Januari 2011- Si Mbak sudah mengibarkan bendera minta naik upah. Awalnya sih aku menyanggupi, toh bulan Februari ini dia sudah 1 tahun membantu aku. Mmg sudah saatnya naik gaji. Ternyataaa..pas kemarin aku memberikan haknya, mukanya merengut.

Ouw..untungnya cuma merengut, ga pake guling2 di lantai :D aku jelaskan kenapa kenaikannya di bawah ekspektasinya. Ekspektasi Si Mbak adalah naik gaik 50%. wadoh, ndak sopian tenan Si Mbak ini. Misalnya upah lama dia Rp 5jt per bulan, maka bulan Februari ini dia minta dibayar Rp 7.5jt. Luarrr biasa Si Mbak ini..

Penjelasan kenapa aku ga bisa membayar sesuai harapannya antara lain,,sekarang cucian baju kotor *ya iyyalah, baju bersih ngapain dicuci* aku yang pegang, dia kebagian ngentasi thok. (ngentasi: memasukkan cucian yg sudah kering di jemuran ke dalam rumah). Ga pake nyetrika. Lalu..mengasuh Azki itu gampang. Seenggaknya itulah yg kulihat dari cara dia mengasuh Azki. Modal kaki doang kok, kalo Azki dah mulai keluyuran ke luar teritorial. Trus..Si Mbak ini kurang inisiatif, responsif, inovatif,,, Heeiii,,kalo dia inovatif sudah jadi employer kaleee!! So far Si Mbak ini nurut SOP mengasuh Azki, terutama dalam hal pemberian makanan.
Alasan2 tersebut tentunya dikasih tameng berupa kata2, "Ayahnya Azki ga setuju kalo..." Kasian si Ayah..ga tau perkara tapi namanya dibawa2 :D

Sebetulnya bisa aja aku naikin upah sesuai keinginannya, tapi kaaan..kita sebagai employer jg punya ekspektasi toh? Pengenku sih Si Mbak ini menambah jam kerja. Biasanya kan masuk jam 8 pulang jam 4. Dengan upah baru, diharapkan dia bisa datang jam 7 atau pulang jam 5, pilih salah satu. Tapi Si Mbak ini keukeuh, malah mengisyaratkan akan resign. Hmm.. dia pikir aku akan mengalah? sorry yee.. sampeyan resign, saya ga papa kok ga masuk kerja 2 minggu buat nyari pengganti sampeyan :D

Aku jadi inget pengasuhnya keponakanku. Selain mengasuh secara fisik, dia juga mengasuh secara rohani. Keponakanku diajarin ngaji, doa sehari2, sekalian ditemenin menggambar, mewarnai, cerita,, wah kalo Si Mbak ini bisa seperti itu, bolehlaaah dia minta upah 2x lipat (tapi nunggu gaji ayahna Azki naik 3x lipat, hueheheheee). Pengasuhku dulu juga luar biasa sabarnya,,megang 2 anak badung, bisa bertahan sekitar 15 tahun.

Entah kenapa org2 yg kita anggap qualified untuk mengasuh anak, lebih suka pergi ke negara2 sono, yg resikonya lebih banyak drpd di sini:ga dibayar, disiksa, diperkosa, meninggal, menggelandang..kira2 TKW yg selamat dari sana, mau ngga ya kerja jadi ART lg, tapi di Indonesia saja.? Hmm..ataukah aku harus mencari ART dari negara tetangga? hihihi...

Thursday, February 3, 2011

Perencanaan Haji



Beberapa hari lalu Mama meneleponku. Yaa layaknya ibu2, satu ibu muda, satunya lagi ibu ngga muda,,ngobrolnya kemana2 dulu. Dan akhirnya beliau bertanya:

Mama : Fa, masih ada cicilan sampai kapan?
Aku : Hmm..skitar 1000 bulan. Kenapa gituh?
Mama : kalo sudah lunas segera buka rekening haji ya Nduk
Aku : umroh dulu deh..
Mama : Umroh bisa kapan2, yang wajib dulu dikerjain.
Aku : Duitnya?
Mama : kalo sudah punya karep (keinginan) insya Allah dikabulkan dan dipercepat Allah.
Aku : sumpeee looo?? (ya ngga gitu siih, bisa masuk neraka aku kalo ngomong begitu)
Hmm.
*ketukketuk meja*
*ngaca* pantes ya muka kaya gini berangkat haji?
*buru2 bikin goal setting*

Biaya haji tahun lalu berkisar Rp 25 juta - Rp 30 juta (kayanya sih)/jamaah. Berangkatnya bisa 5-7 tahun lagi.
Biaya haji ONH pleus (baca:plus) Rp 70 juta/jamaah. Berangkatnya di tahun berjalan.

Nah, mama aja ga ikut kelas motivasi bisa bilang gitu "kalo sudah punya karep (keinginan) insya Allah dikabulkan dan dipercepat Allah.",,,,masa anaknya kalah seh.

ohya, sebetulnya aku mau bagi2 info ttg biaya haji spesial yg direncanakan pembayarannya dengan menggunakan dinar (bukan rupiah, apalagi dolar). Alhamdulillah bisa menemukan solusi bagaimana tidak berhaji dengan menggunakan US Dolar. jadi bagi yang sudah merencanakan berhaji, info ini bagus buat dibaca dan dipraktikkan :)

Ibadah haji dari waktu ke waktu punya tantangannya sendiri, tidak mudah, berat dan mahal.
Bila pada zaman kakek nenek dahulu tantangannya adalah transport yang bisa memakan waktu berbulan-bulan dan ketidak amanan dalam perjalanannya; saat ini transport banyak dan cepat – namun Anda belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji pada waktu yang Anda rencanakan.
Kemudahan dan kecepatan transportasi haji ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu membludaknya umat muslimin dunia yang (ingin) melaksanakan haji setiap tahunnya. Dampaknya bisa diduga, yaitu keterbatasan daya tampung jamaah haji di Mekah, Arafah, Mina dan juga Madinah.

Karena keterbatasan daya tampung inilah yang menjadikan setiap Negara di jatah (Quota) jumlah orang yang bisa pergi haji setiap tahunnya. Jadi kalu toh Anda berniat pergi haji sekarang, belum tentu Anda memperoleh kesempatan pada bulan haji yang akan datang - bisa jadi kesempatan Anda baru datang 3 – 5 tahun yang akan datang.

Karena kesempatan haji Anda yang mungkin masih beberapa tahun yang Akan datang ini, maka berapa dana yang akan Anda siapkan agar pada waktu kesempatan itu datang – dana Anda benar-benar cukup ? Inilah masalahnya.

Komponen biaya haji yang utama adalah mata uang asing yaitu US$ untuk tiket pesawatnya dan Saudi Riyal untuk biaya hidup selama di sana. Karena uang kita Rupiah, maka perencanaan ibadah haji menggunakan uang Rupiah mempunyai setidaknya dua ketidak pastian – yaitu faktor inflasi dan faktor nilai tukar.

Karena dua faktor inilah maka biaya ibadah haji kita dalam Rupiah memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ketahun. Apalagi pada tahun dimana Rupiah mengalamai penurunan nilai yang tajam terhadap US Dollar dan Riyal seperti tahun ini, kenaikan biaya haji dalam Rupiah bisa sangat significant.

Namun Anda tidak perlu kawatir sekarang; berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, biaya haji dalam Dinar ternyata terus menerus mengalami penurunan. Bila ONH biasa tahun 2000 sekitar 70 Dinar, maka tahun ini hanya sekitar 21 Dinar saja atau mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun.
Apabila trend ini terus berlanjut, Anda bisa pergi haji hanya dengan 10 Dinar saja pada tahun 2015 – atau ONH plus hanya dengan sekitar 20 Dinar saja.

Jadi dengan Dinar - mata uang emas yang daya belinya tidak pernah rusak oleh inflasi maupun faktor nilai tukar, perencanaan haji Anda menjadi jauh lebih aman.
Ambil contoh misalnya kalau Anda mau mulai serius merencakan haji Anda dalam rentang 5 tahun yang akan datang, maka relatif aman bila untuk ONH biasa Anda cadangkan 20 Dinar saja. Artinya kalau Anda tabung 1 Dinar per bulan saja, insyaallah nggak sampai 2 tahun dana untuk membayar ONH sudah akan cukup.

Sangat bisa jadi 20 Dinar yang Anda kumpulkan tersebut pada waktunya lebih dari cukup untuk membayar ONH biasa – bila kesempatan datang 3 – 6 tahun yang akan datang. Dalam hal ini Anda bisa meng-upgrade ONH Anda menjadi ONH plus.
Jadi bila Anda rencanakan ibadah haji Anda dengan Dinar; selain kecukupan dana lebih terjamin, juga sangat berpeluang Anda dapat meng-upgrade perjalanan haji Anda dengan yang lebih nyaman ONH plus.

Insyaallah kami daeri GeraiDinar.Com akan mulai bicara intensif dengan para penyelenggara perjalanan haji ini – khususnya ONH plus, untuk mulai menawarkan kerjasama perencanaan haji dengan berbasis Dinar.
Mudah-mudahan Allah memudahkan rencana ini.

artikel diambil dari sinih.

Wednesday, February 2, 2011

Kuda Troya untuk Azki

Beberapa kali ibu perhatikan, Azki ini anaknya lumayan jirih (bhs jawa, artinya penakut) kalo diajakin naik wahana permainan. Naik carousel, kereta2an di pasar malam, andong,,,paling pol itu ya naik odong2, itupun telat beraninya :D waktu liburan di Solo, diajakin pakdenya ke alun2 buat lihat kuda, andong, dan segala macem permainan, dan dibekali uang sama uti buat naik wahana permainan..eh yg dinaikin cuma odong2, itu juga maunya sekali naik.

Makin agak gedean, Azki mulai berani naik hewan berjalan,,'apa ya disebutnya' itu lho boneka hewan di mall yg dicarter muter satu keliling lantai mall. Anehnya maunya cuma naik "hewan" yg di Mall Daan Mogot. Di mall lain ga mau. Mungkin krn mbak yg nuntun lebih cantik drpd di mal lain :D:D *ya kalo mau nyari yg cantik, sinisinih ibu aja yg nuntun*

ohya Azki suka nyobain mainan yg dijual di toko, terutama mainan yg bisa dinaikin, kaya mainan kuda2an. Pernah kan main ke Ace Hardware yg jualin mainan kuda2an yg bisa berayun2 itu. wah beneran deh ga mau turun. Kesempatan buat ibu nyuapin Azki :D Nah pokoknya kalo lihat mainan model begitu, bawaannya pengen nyoba aja. Naaaah di suatu pagi nan cerah di teras rumah..lewatlah tukang penjual kuda kayu. Baba yang baik hati itu langsung mbeliin buat Azki. Awalnya Azki takut, diliatin aja tuh barang, bingung gimana naiknya. oalaaah kan cara naiknya sama aja dgn yg di Ace. Ooh mungkin pengaruh harga, keknya Azki tau mana barang bagus mana bukan :D:D

Alhamdulillah sekarang Azki sudah akrab dengan kuda troya itu :D nih ya perbandingan naik barang mall sama barang non-mall..mukanya sama2 girang.



Beberapa waktu lalu ada temen suami yg mengingatkan bahayanya naik kuda troya ini "lholholho kok istilahnya jadi kuda troya". Iya si kuda kayu troya ini berbahaya krn ada kejadian anak yg naiknya jatuh karena ada sambungan antarkayu yang patah. Eeeeh...sore tadi beneran deh ibu nemuin sambungan yg lepas. Langsung pensiun deh si Trojan Horse ini. Memang material kayu lebih rawan, apalagi kalo sistemnya pake paku. udah gitu pakunya paku biasa. Masih mending kalo pake paku cacing atau sistem pasak, jadi kerusakan bisa diminimalisir.

Hmm..kayanya ini yg nyangkul musti lebih dalem lagi biar bisa beliin Azki kuda poni yang cantik, seperti di gambar kiri. oya belinya jangan di dept.store khusus mainan anak, biar ga disilet dan disepet @MamaYeah, huehehehehe...