Sandi berjanji bahwa kami akan bertemu di Jakarta bulan depan. Tapi Sandi datang terlalu cepat.
Aku dan Sandi berteman sejak hampir 10 tahun lalu. Sejak kami duduk di kelas yang sama, di fase TPB. Sejak aku tau bahwa karakter Sandi adalah bukan perempuan yg girlie, saat itu juga kami langsung cocok. Selama hampir 10 tahun aku mengingat nomor ponsel Sandi di luar kepala, bahkan saat Sandi ganti nomor pun, aku terlanjur hafal nomor lamanya.
Sandi mahasiswi pintar. Walopun pintar, dia ga pernah bete kalau aku sering minta bantuan. Sesekali kami saling menginap di kosan masing2. Kadang aku menginap di kosnya di Dipati Ukur,,,kadang pula dia menginap di kosku di Cisitu.
Sandi teman yg suka mentraktir. Sering kali dia bikin kejutan, ngajak aku makan tapi dia yg bayar. masalahnya dia ga suka gantian ditraktir. Pernah suatu hari saat dia belum resmi menjadi PNS, dengan hasil freelance-nya, dia mentraktir aku dan teman2ku di lapangan dengan selusin
donat merk JeKo. Wah kami yg udah gajian tetap aja masih suka mikir kalo urusan traktir.
Juli 2008, Sandi pamit pergi karena berhasil mendapatkan beasiswa dengan keringat sendiri, bukan melalui institusi tempat ia bekerja sebagai PNS. Well done Sandi! aku tau kamu layak mendapatkan beasiswa itu. karena visimu, dan idealismemu.
Oktober 2009, aku dan Sandi bertemu di Jakarta. Untuk pertama kalinya Sandi bertemu Azki. Sandi bilang dia ga mau kembali menjadi PNS, lebih baik pontang panting di negeri orang daripada sakit hati jadi PNS yang birokrasinya ga sejalan dengan idealismenya.
Oktober 2010, Sandi bercerita bahwa dia sedang mengembangkan kantor konsultannya. Tak lupa dia menanyakan hasil investasinya di Indonesia, yang dikelola oleh salah satu Manajer Investasi terkemuka di sini.Dia bilang akan kembali suatu hari nanti dan berbisnis dengan hasil investasinya. Aku bertanya, kapan dia pulang. Sandi bilang, Februari depan aku pulang Ly, adikku nikah.
7 Januari 2011,,dinginnya salju Rotterdam membawa Sandi pergi dari kehidupan kami. Sandi meninggal karena asma dan hipotermia di RS Erasmus Medical Center, Rotterdam, Belanda.
Selamat jalan Sandi. Semoga kamu meninggal dalam kondisi khusnul khotimah, dilapangkan kuburmu, diringankan hisabmu, dan diterima semua amal kebaikanmu di sisi Allah SWT.
Kamu pulang terlalu cepat Sandi...
Saturday, January 8, 2011
Sunday, January 2, 2011
Baiti Jannati
Kira2 sudah 1.5 tahun keluarga Pak Malik tinggal di rumah ini. Memang bukan rumah mewah sih, tapi wajib disyukuri :) Anehnya, meski sudah menjelang 2 tahun kepemilikannya, sang nyonya-tuan rumah kok ga ngadain makan2 atau garden party gitu ya? Hmm ya ini nyonya-tuan rumah memang agak aneh kalo ga mau dibilang merki :D:D tapi sebetulnya kalo ada temen yg datang pastinya akan dijamu (kenapa ga dijampi?karena ga pake menyan --krik krik
krik..garing)
Tentunya ada suka-dukanya berteduh di sini.
Sukanya,,akses ke fasilitas publik deket. Mau beli apa? Di seberang rumah ada tukang besi, warung sembako, tukang LPG-refil galon, toko obat, warung padang (di mana bumi dipijak, di situlah resto padang dijunjung), toko elektronik, warung tegal, lapak kelapa (jadi kalo sore2 mau bikin opor, selalu ada kelapa parut fresh), lapak sayur, alfamart, fotokopi, tukang buah,,,..huff banyak. Semuanya tinggal disamperin dengan jalan kaki. saking dekatnya, Bu Malik ini suka nekat ninggalin anaknya tidur sendirian di kamar buat pergi beli rendang.
Mau fitnes, renang, joging, belanja di pasar modern juga cuma 7 menit naik motor. Ke bandara juga sekitar 1500 detik saja (kalo nyetirnya kaya Alonso). Ya yaa,,ternyata walopun bukan di perumahan keren dengan cluster, masih ada value lain yang bisa dinikmati :)
Ga enaknya apa? Musti rajin nyapu!! wah ketauan kan ga rajin nyapu. Secara ini site-nya berada di tepi jalan raya, jadi musti sedikit lebih rajin dalam hal menyapu-mengepel. Walhasil nyonya rumah perlu bantuan asisten untuk urusan cuci-mencuci. Iya, cuci aja, ga pake setrika. Namanya juga asisten, bukan pengganti. Ya tho? *halah padahal alesannya kan aspek ekonomi juga). Ga enak lainnya adalah hampir tiap hari berhadapan dengan tetangga2 sebelah yg suka nongkrong. Jadi solusinya bepergian sesekali atau baca buku di rumah. Ohya di sebelah rumah ada mushola yg rutin mengadakan pengajian. Hmm..ga ikutan siy..soalnya materinya bisa didengerin dari rumah :D ini karena ceramahnya disiarkan lewat TOA mushola :D:D kadang penceramahnya suka ngomong gini: ibu-ibu yg masih ada di rumah, harap segera ke mushola. Wahahahaha...jadi merasa dipanggil. *tapi ga terpanggil juga* kadang ayahnya Azki suka nambah2in : ibu-ibu yang masih main facebook, yang masih blogging,,harap segera ke mushola. -___-"
Intinya tinggal di sini yang paling keliatan dukanya adalah masalah suara dan kadang juga omongan2 tetangga yg suka nanya2 ga penting: bikin rumah dibantu berapa duit sama mertua? eeeeh,, situ auditor?
mengutip kata2 John F. Kennedy dan ex Puteri Indonesia: Right or Wrong, Rumah Jurumudi is a Beautiful Country. It's Baiti Jannati, Rumahku Surgaku.
krik..garing)
Tentunya ada suka-dukanya berteduh di sini.
Sukanya,,akses ke fasilitas publik deket. Mau beli apa? Di seberang rumah ada tukang besi, warung sembako, tukang LPG-refil galon, toko obat, warung padang (di mana bumi dipijak, di situlah resto padang dijunjung), toko elektronik, warung tegal, lapak kelapa (jadi kalo sore2 mau bikin opor, selalu ada kelapa parut fresh), lapak sayur, alfamart, fotokopi, tukang buah,,,..huff banyak. Semuanya tinggal disamperin dengan jalan kaki. saking dekatnya, Bu Malik ini suka nekat ninggalin anaknya tidur sendirian di kamar buat pergi beli rendang.
Mau fitnes, renang, joging, belanja di pasar modern juga cuma 7 menit naik motor. Ke bandara juga sekitar 1500 detik saja (kalo nyetirnya kaya Alonso). Ya yaa,,ternyata walopun bukan di perumahan keren dengan cluster, masih ada value lain yang bisa dinikmati :)
Ga enaknya apa? Musti rajin nyapu!! wah ketauan kan ga rajin nyapu. Secara ini site-nya berada di tepi jalan raya, jadi musti sedikit lebih rajin dalam hal menyapu-mengepel. Walhasil nyonya rumah perlu bantuan asisten untuk urusan cuci-mencuci. Iya, cuci aja, ga pake setrika. Namanya juga asisten, bukan pengganti. Ya tho? *halah padahal alesannya kan aspek ekonomi juga). Ga enak lainnya adalah hampir tiap hari berhadapan dengan tetangga2 sebelah yg suka nongkrong. Jadi solusinya bepergian sesekali atau baca buku di rumah. Ohya di sebelah rumah ada mushola yg rutin mengadakan pengajian. Hmm..ga ikutan siy..soalnya materinya bisa didengerin dari rumah :D ini karena ceramahnya disiarkan lewat TOA mushola :D:D kadang penceramahnya suka ngomong gini: ibu-ibu yg masih ada di rumah, harap segera ke mushola. Wahahahaha...jadi merasa dipanggil. *tapi ga terpanggil juga* kadang ayahnya Azki suka nambah2in : ibu-ibu yang masih main facebook, yang masih blogging,,harap segera ke mushola. -___-"
Intinya tinggal di sini yang paling keliatan dukanya adalah masalah suara dan kadang juga omongan2 tetangga yg suka nanya2 ga penting: bikin rumah dibantu berapa duit sama mertua? eeeeh,, situ auditor?
mengutip kata2 John F. Kennedy dan ex Puteri Indonesia: Right or Wrong, Rumah Jurumudi is a Beautiful Country. It's Baiti Jannati, Rumahku Surgaku.
Friday, December 31, 2010
Our Copycat
Teorinya umur berapa ya balita menjadi peniru ulung? Seperti ayah-ibu punya satu nih di rumah, namanya Azki :) Apa aja ditiru, mulai dari gaya bicara sampai gaya perilaku sehari2. Tapi teteup yg jadi model utama adalah ayah-ibu. Satu contoh (dari puluhan contoh) misalnya berikut:
Dari ayah, Azki meniru perilaku "persiapan menjelang ke kantor". jadi Azki akan mengumpulkan barang2 mainannya di tas dan kresek. setelah itu memakai kaos kaki sendiri, lalu mencari & memakai sepatu,,, dan berkata: Ibu, Azki mau berangkat. Berangkat ke mana? mau lihat kelinci. Huehehehe...bawaannya buanyak gitu kirain mau pergi jauh, ternyata cuma ke rumah sebelah lihat kelinci -___-"
Dari ibu, Azki meniru perilaku "ritual pengantar tidur". As previously mentioned, sebelum tidur, Azki suka minta punggungnya digosok-gosok, dipijitin di sepanjang ruas tulang punggung, sampai ketiduran (ibunya;p) Azki menirunya dengan membawa boneka dombanya naik ke kasur. itu domba dimiringkan sehingga punggungnya menghadap muka Azki. Kata Azki: mbek bobo ya, azki gosok punggung mbek. Huahahaha...dasar copycaaaattt :D:D
Hmm...kalau sudah begini ayah-ibu musti sering2 berdoa biar Azki meniru yang bagus2 aja dari kami dan lingkungan, baik itu gaya bicara maupun perilaku :)
Dari ayah, Azki meniru perilaku "persiapan menjelang ke kantor". jadi Azki akan mengumpulkan barang2 mainannya di tas dan kresek. setelah itu memakai kaos kaki sendiri, lalu mencari & memakai sepatu,,, dan berkata: Ibu, Azki mau berangkat. Berangkat ke mana? mau lihat kelinci. Huehehehe...bawaannya buanyak gitu kirain mau pergi jauh, ternyata cuma ke rumah sebelah lihat kelinci -___-"
Dari ibu, Azki meniru perilaku "ritual pengantar tidur". As previously mentioned, sebelum tidur, Azki suka minta punggungnya digosok-gosok, dipijitin di sepanjang ruas tulang punggung, sampai ketiduran (ibunya;p) Azki menirunya dengan membawa boneka dombanya naik ke kasur. itu domba dimiringkan sehingga punggungnya menghadap muka Azki. Kata Azki: mbek bobo ya, azki gosok punggung mbek. Huahahaha...dasar copycaaaattt :D:D
Hmm...kalau sudah begini ayah-ibu musti sering2 berdoa biar Azki meniru yang bagus2 aja dari kami dan lingkungan, baik itu gaya bicara maupun perilaku :)
Meyapih
Menjelang akhir tahun 2010 ini, ada hal yang membuat ibu senaaaang sekali soal Azki. hal itu adalah....Menyapih. Huehehee..akhirnya ini genduk sudah mau dilepas dari kegiatan per-mimi-an.
Telat banget ga siy, secara Azki sudah berusia 24 bulan? keknya ngga ya, wong ponakan ibu nyusunya sampe umur 3 tahun. :D *mencari pembenaran* Sebetulnya ya sebelum Azki umur 2 tahun, ibu sudah mencari2 info tentang menyapih, sampai dapet artikel tentang weaning with love. Pas coba2 dipraktikkan, wuaaah..ngga tega dengan tangisannya Azki. Azki kuat banget nangis selama 2x45 menit, kaya permainan sepakbola. jadi sebetulnya yang ga kuat adalah telinga ayah-ibu :D. Hmm..yaa mungkin belum saatnya.
Nah sekitar hampir dua minggu lalu, ibu coba2 menyapih Azki. Apakah dengan mengikuti cara2 weaning with love dari hasil browsing? entahlah apa cara ini masuk kategori weaning with love..tapi percayalah, weaning ala Laily adalah weaning with love juga kok *maksaaa*. Yang jelas hasil perbuatan ibu ini tidak menimbulkan pertumpahan air mata di kedua belah pihak. yang ada malah Azki yang senyum2, cengar cengir, dan dengan logat betawi berkata: ga bisa mimi lagi dah :D
Jadi yaa, perbuatan ibu untuk menyapih adalah memasang plester!! Hmm..berapa % ya ibu2 bernasib sama yg menggunakan cara seperti ini? kok ibu merasa ini adalah kejahatan kerah putih :D:D Tapi ya itu,,si white lie ini berhasil dengan sukses. Agenda mimi menjelang tidur sudah diganti dengan gegulingan atau gosok2 punggung. Maksudnya ibu ngegosokin-mijetin punggung Azki biar dia tidur. Kadang2 juga ibu ketiduran duluan, sementara genduk cilik ini masih mondar mandir naik turun kasur, mengangkut semua sahabat karibnya ke kasur: guling boneka, boneka beruang, buku Barney, buku hewan-warna-angka,,kasur penuh deh.
anyway,,dalam mengasuh Azki, kadang beberapa item pekerjaan justru sukses tanpa perencanaan maupun tanpa deadline. Yaah macam kegiatan menyapih, toilet training, mandi, sikat gigi, and so on. Ibu-ibu yang lain gini juga ga ya?
Telat banget ga siy, secara Azki sudah berusia 24 bulan? keknya ngga ya, wong ponakan ibu nyusunya sampe umur 3 tahun. :D *mencari pembenaran* Sebetulnya ya sebelum Azki umur 2 tahun, ibu sudah mencari2 info tentang menyapih, sampai dapet artikel tentang weaning with love. Pas coba2 dipraktikkan, wuaaah..ngga tega dengan tangisannya Azki. Azki kuat banget nangis selama 2x45 menit, kaya permainan sepakbola. jadi sebetulnya yang ga kuat adalah telinga ayah-ibu :D. Hmm..yaa mungkin belum saatnya.
Nah sekitar hampir dua minggu lalu, ibu coba2 menyapih Azki. Apakah dengan mengikuti cara2 weaning with love dari hasil browsing? entahlah apa cara ini masuk kategori weaning with love..tapi percayalah, weaning ala Laily adalah weaning with love juga kok *maksaaa*. Yang jelas hasil perbuatan ibu ini tidak menimbulkan pertumpahan air mata di kedua belah pihak. yang ada malah Azki yang senyum2, cengar cengir, dan dengan logat betawi berkata: ga bisa mimi lagi dah :D
Jadi yaa, perbuatan ibu untuk menyapih adalah memasang plester!! Hmm..berapa % ya ibu2 bernasib sama yg menggunakan cara seperti ini? kok ibu merasa ini adalah kejahatan kerah putih :D:D Tapi ya itu,,si white lie ini berhasil dengan sukses. Agenda mimi menjelang tidur sudah diganti dengan gegulingan atau gosok2 punggung. Maksudnya ibu ngegosokin-mijetin punggung Azki biar dia tidur. Kadang2 juga ibu ketiduran duluan, sementara genduk cilik ini masih mondar mandir naik turun kasur, mengangkut semua sahabat karibnya ke kasur: guling boneka, boneka beruang, buku Barney, buku hewan-warna-angka,,kasur penuh deh.
anyway,,dalam mengasuh Azki, kadang beberapa item pekerjaan justru sukses tanpa perencanaan maupun tanpa deadline. Yaah macam kegiatan menyapih, toilet training, mandi, sikat gigi, and so on. Ibu-ibu yang lain gini juga ga ya?
Friday, December 17, 2010
Azki Minta Jajan
Mulai umur berapa anak mulai ngeh tentang berbelanja?maksudnya, punya keinginan untuk berbelanja?
Utinya Azki pernah cerita, dulu,,era tahun 80-an, anak temannya -ga tau ya umur berapa- suka guling2 di lantai supermarket kalo keinginannya beli makanan ga dituruti. selain guling2, kalo ngambeknya mulai parah, suka masuk ke dalam rok ibunya, kaya masuk ke kurungan ayam gitu lho, hehehe. ya kan ibunya malu doong, otomatis biar brenti, diturutilah kemauannya.
Kalo perilaku Rahma waktu kecil, suka sekali beli makanan yg ada hadiah mainannya. Lihat iklannya di TV, naah pas ke swalayan langsung minta dicarikan makanan yg dimaksud. itu kira2 umur 2.5 tahun. Rahma sih masih kooperatif, ga pake gegulingan soalnya :D
Sekarang gimana Azki ya? ya kira2 samalah kaya tantenya, Rahma. umur 2 tahun sudah sadar belanja. Sebetulnya ibu termasuk jarang mengajak Azki ke warung untuk beli snack. kalo ke hypermarket pun ibu selalu membawa shopping list biar efisien dan efektif dalam menghabiskan waktu dan budget di sana. yang dilewatin pun bukan alley yang menampilkan snack. lebih banyak ke toiletries dan sembako. otomatis kalo sama ibu, Azki jarang terekspos makanan ringan. jadi apa ya yg membuat Azki sadar beli ini-itu di warung? kalo ibu lihat ini pengaruh teman main. Teman main Azki sukaaa sekali jajan di warung deket rumah. Karena ga selalu ada di samping Azki, maka ibu ga telaten juga memantau pergerakan Azki. Selain teman, kadang kakek-neneknya juga berpotensi mengajaknya jajan.
Meanwhile ibu pernah ngobrol2 sama tetangga deket rumah Baba. Dia punya anak umur 4 atau 5 tahun. Ibu tsb mengakui bahwa anaknya jadi sering minta jajan sejak pindah ke daerah ini. Sebelumnya kan keluarga ini tinggal di kompleks yg jauh dari warung. Ibu ini juga ngerasanya 'judeg' -apa ya bahasa indonesianya,,mungkin bisa diartikan resah/risau- karena anaknya sering banget jajan. tapi kalo gaa dituruti bisa ngamuk berat.
Nampaknya Azki sudah menjurus ke arah sana. Kalo ke warung dan ada yg dia suka, Azki akan berdiri memandangi barang incarannya. Ditanyain "mau apa, mau yang mana", diaaaam aja. kalo ibu lagi bad mood, ibu tinggalin aja Azki, dan Azki akan jejeritan ga mau pulang sebelum dibelikan. Tapi anehnya anak ini ga mau ngomong/nunjukin apa yg dimau. akhirnya ibu main tebak2an deh, :D kalo tebakan ibu benar, Azki akan mengangguk. kalo nunjuknya susu atau es krim sih ibu lgsg belikan..tapi kalo nunjuknya makanan ringan abal2, yaa dgn sangat terpaksa tidak dikabulkan.
Jadi untuk mengalihkan perhatian pada kegiatan jajan, ibu membawa Azki ke toko buku aja, atau kalo pas di rumah, diajakin nggambar dan baca buku, atau nemenin ibu masak,,apapun deh yg penting ga ke warung, hehee...
Utinya Azki pernah cerita, dulu,,era tahun 80-an, anak temannya -ga tau ya umur berapa- suka guling2 di lantai supermarket kalo keinginannya beli makanan ga dituruti. selain guling2, kalo ngambeknya mulai parah, suka masuk ke dalam rok ibunya, kaya masuk ke kurungan ayam gitu lho, hehehe. ya kan ibunya malu doong, otomatis biar brenti, diturutilah kemauannya.
Kalo perilaku Rahma waktu kecil, suka sekali beli makanan yg ada hadiah mainannya. Lihat iklannya di TV, naah pas ke swalayan langsung minta dicarikan makanan yg dimaksud. itu kira2 umur 2.5 tahun. Rahma sih masih kooperatif, ga pake gegulingan soalnya :D
Sekarang gimana Azki ya? ya kira2 samalah kaya tantenya, Rahma. umur 2 tahun sudah sadar belanja. Sebetulnya ibu termasuk jarang mengajak Azki ke warung untuk beli snack. kalo ke hypermarket pun ibu selalu membawa shopping list biar efisien dan efektif dalam menghabiskan waktu dan budget di sana. yang dilewatin pun bukan alley yang menampilkan snack. lebih banyak ke toiletries dan sembako. otomatis kalo sama ibu, Azki jarang terekspos makanan ringan. jadi apa ya yg membuat Azki sadar beli ini-itu di warung? kalo ibu lihat ini pengaruh teman main. Teman main Azki sukaaa sekali jajan di warung deket rumah. Karena ga selalu ada di samping Azki, maka ibu ga telaten juga memantau pergerakan Azki. Selain teman, kadang kakek-neneknya juga berpotensi mengajaknya jajan.
Meanwhile ibu pernah ngobrol2 sama tetangga deket rumah Baba. Dia punya anak umur 4 atau 5 tahun. Ibu tsb mengakui bahwa anaknya jadi sering minta jajan sejak pindah ke daerah ini. Sebelumnya kan keluarga ini tinggal di kompleks yg jauh dari warung. Ibu ini juga ngerasanya 'judeg' -apa ya bahasa indonesianya,,mungkin bisa diartikan resah/risau- karena anaknya sering banget jajan. tapi kalo gaa dituruti bisa ngamuk berat.
Nampaknya Azki sudah menjurus ke arah sana. Kalo ke warung dan ada yg dia suka, Azki akan berdiri memandangi barang incarannya. Ditanyain "mau apa, mau yang mana", diaaaam aja. kalo ibu lagi bad mood, ibu tinggalin aja Azki, dan Azki akan jejeritan ga mau pulang sebelum dibelikan. Tapi anehnya anak ini ga mau ngomong/nunjukin apa yg dimau. akhirnya ibu main tebak2an deh, :D kalo tebakan ibu benar, Azki akan mengangguk. kalo nunjuknya susu atau es krim sih ibu lgsg belikan..tapi kalo nunjuknya makanan ringan abal2, yaa dgn sangat terpaksa tidak dikabulkan.
Jadi untuk mengalihkan perhatian pada kegiatan jajan, ibu membawa Azki ke toko buku aja, atau kalo pas di rumah, diajakin nggambar dan baca buku, atau nemenin ibu masak,,apapun deh yg penting ga ke warung, hehee...
Tuesday, December 7, 2010
Pilah-pilih Baju
Masa picky eater memang suddah lewat...sekarang masanya picky dresser *istilah mana pula ini*
Ngga tau sejak kapan, tapi sudah beberapa lama Azki lebih suka berpakaian dengan baju pilihannya sendiri. Kapanpun harus ganti baju, misalnya habis mandi, atau karena bajunya kotor/basah, maunya milih baju sendiri. Namanya juga milih sendiri, pastinya lebih sering ga match sama situasinya.
Habis mandi pagi, kadang Azki maunya pake piyama. Sore-sore, piyama lagi. Sampe2 ada yg komentar, "ga punya baju yang bagusan dikit apa?" wah, ibu berasa dituduh ga mampu beliin baju nih. Selain kadang2 milih piyama, Azki juga beberapa kali men-judge suatu baju pilihan ibu itu sempit, sebagai dalih memakai baju pilihannya sendiri :D wah kalo sudah begini ibu nyerah deh, daripada pagi2 bau wangi kok malah ribut soal baju :D
Tapi untungnya, kalo mau pergi2 ke tempat teman atau ke mall, Azki masih mau dibujk buat pake baju pilihan ibu. Biasanya dikasi taunya gini "ayo pake baju jalan-jalan". baru deh nurut. kalo ga mau juga, biasanya tetep nekat berangkat pake piyama, tapi ntar di mobil ganti pake "baju jalan-jalan" :D
Tapi seringnya ibu seneng sih kalo Azki main2 deket rumah pake bajunya yg 'gitu2 aja'. maksudnya biar manglingi kalo mau ada event khusus di luar area rumah, yaah sama sperti ibu,,heheee *ternyata ini gara2 ibunya juga*
Ngga tau sejak kapan, tapi sudah beberapa lama Azki lebih suka berpakaian dengan baju pilihannya sendiri. Kapanpun harus ganti baju, misalnya habis mandi, atau karena bajunya kotor/basah, maunya milih baju sendiri. Namanya juga milih sendiri, pastinya lebih sering ga match sama situasinya.
Habis mandi pagi, kadang Azki maunya pake piyama. Sore-sore, piyama lagi. Sampe2 ada yg komentar, "ga punya baju yang bagusan dikit apa?" wah, ibu berasa dituduh ga mampu beliin baju nih. Selain kadang2 milih piyama, Azki juga beberapa kali men-judge suatu baju pilihan ibu itu sempit, sebagai dalih memakai baju pilihannya sendiri :D wah kalo sudah begini ibu nyerah deh, daripada pagi2 bau wangi kok malah ribut soal baju :D
Tapi untungnya, kalo mau pergi2 ke tempat teman atau ke mall, Azki masih mau dibujk buat pake baju pilihan ibu. Biasanya dikasi taunya gini "ayo pake baju jalan-jalan". baru deh nurut. kalo ga mau juga, biasanya tetep nekat berangkat pake piyama, tapi ntar di mobil ganti pake "baju jalan-jalan" :D
Tapi seringnya ibu seneng sih kalo Azki main2 deket rumah pake bajunya yg 'gitu2 aja'. maksudnya biar manglingi kalo mau ada event khusus di luar area rumah, yaah sama sperti ibu,,heheee *ternyata ini gara2 ibunya juga*
Friday, December 3, 2010
Pergi ke Toilet
Sejak pulang dari Solo, Azki ga mau lagi nyetor ke potty. maunya langsung nongkrong di kloset. Rumah Azki makenya kloset jongkok, sementara di Solo ada 2 type, duduk dan jongkok. Syukurlah Azki compatible dengan kedua jenis kloset tsb.
Kadang kalo sudah kebelet, Azki menarik tangan ibu dan berkata, 'yuk ke kloset yuuk bu'. atau kadang2 pula mojok atau tiba2 jadi pendiam dan tiba2 keluarlah itu...pupnya :D
Kalo pake diaper, harus dikasi tau dari awal kalo pipissnya di diaper,,karena kalo ga dibilangin Azki pasti nahan pipis.
wah, ternyata perlu waktu hampir setahun untuk toilet training!!
Kadang kalo sudah kebelet, Azki menarik tangan ibu dan berkata, 'yuk ke kloset yuuk bu'. atau kadang2 pula mojok atau tiba2 jadi pendiam dan tiba2 keluarlah itu...pupnya :D
Kalo pake diaper, harus dikasi tau dari awal kalo pipissnya di diaper,,karena kalo ga dibilangin Azki pasti nahan pipis.
wah, ternyata perlu waktu hampir setahun untuk toilet training!!
Makan Ikan
Sebagai ibu yang tidak giat bereksperimen memasak, aku jadi uring2an kalo Azki mendadak kumat picky eaternya *walopun itu jaraaaang banget*. Most of all aku bersyukuuuur banget karena sbg ibu yg "tidak rajin" itu tadi, Allah memudahkan tabiat makannya anakku itu. GTM kalo ke luar kota aja. Makan ngga diemut, ngga suka ngelepeh, suka eksperimen sendiri makan lauk yg bukan menu biasanya..makan cukup banyak walopun postur tubuhnya ga bisa gedhe -tulang2nya mungiiiil banget- Uti bilang, badan kecil gapapa yg penting makannya yg bergizi yaa, penting itu buat perkembangan otaknya..Nasihat yang baik, ngga seperti seseorang yg ngata2in anakku kurang gizi karena bobotnya below average.
akhir2 ini Azki suka makan ikan kembung bakar. Sudah lama Azki ga makan ikan laut *ikan kembung dari laut kan yaa?* terakhir kali tuw makan salmon tapi keluar ruam2 merah..di dompet ibu juga keluar lampu merahnya kalo habis beli salmon. makanya ikannya diganti lele atau bandeng. Nah barusan iseng2 aku mencari info gizi ikan kembung. Dan owlahlah.. kandungan asam lemak omega 3 si kembung ini lebih tinggi dari si salmon punya. Aku ambil datanya dari web www.doliwak.multiply.com. *nama yg aneeh, doliwak, alias adol iwak, alias jual ikan*
Sekarang ga khawatir ada merah2 di kulit dan di dompet ^_^
akhir2 ini Azki suka makan ikan kembung bakar. Sudah lama Azki ga makan ikan laut *ikan kembung dari laut kan yaa?* terakhir kali tuw makan salmon tapi keluar ruam2 merah..di dompet ibu juga keluar lampu merahnya kalo habis beli salmon. makanya ikannya diganti lele atau bandeng. Nah barusan iseng2 aku mencari info gizi ikan kembung. Dan owlahlah.. kandungan asam lemak omega 3 si kembung ini lebih tinggi dari si salmon punya. Aku ambil datanya dari web www.doliwak.multiply.com. *nama yg aneeh, doliwak, alias adol iwak, alias jual ikan*
Sekarang ga khawatir ada merah2 di kulit dan di dompet ^_^
Friday, November 26, 2010
Azki dan Kendaraan
Apakah semua balita punya kendaraan favorit? sodara Azki ada yg addicted to train. Ga cuma kereta penumpang, tapi juga kereta pengangkut gula dan segala macam kereta, kecuali kereta kuda :D
Awalnya Azki suka sekali sama truk. Segala macam kendaraan yang gede dibilangnya truk. pelan2 ibu ajarin memisahkan sebutan, mana truk sampah, mana truk pasir, truk trailer, mobil box, dan pick up. So far baru bisa membedakan truk sampah dan pick up :p
Sekarang ini, Azki lagi suka sama pesawat. unfortunately *lhohh* karena tinggal di tangerang sini, jadi nyebutnya "kapal". huhuhu..kan kerenan pesawat Nak..nah iseng2 ibu membedakan sebutan pesawat, Boeing dan Airbus..dan ternyata Azki lebih suka pelafalan Airbus. saat melihat gambar pesawat di Gramedia, Azki berteriak, "awat Airbus!!!" sampai pramuniaga di sana noleh mencari sumber suara,, laluu... "Azki mau naik airbus sama ayah, sama ibu, sama baba, sama uti, sama Amah." wah org sekampung dibawa semua..:D
Awalnya Azki suka sekali sama truk. Segala macam kendaraan yang gede dibilangnya truk. pelan2 ibu ajarin memisahkan sebutan, mana truk sampah, mana truk pasir, truk trailer, mobil box, dan pick up. So far baru bisa membedakan truk sampah dan pick up :p
Sekarang ini, Azki lagi suka sama pesawat. unfortunately *lhohh* karena tinggal di tangerang sini, jadi nyebutnya "kapal". huhuhu..kan kerenan pesawat Nak..nah iseng2 ibu membedakan sebutan pesawat, Boeing dan Airbus..dan ternyata Azki lebih suka pelafalan Airbus. saat melihat gambar pesawat di Gramedia, Azki berteriak, "awat Airbus!!!" sampai pramuniaga di sana noleh mencari sumber suara,, laluu... "Azki mau naik airbus sama ayah, sama ibu, sama baba, sama uti, sama Amah." wah org sekampung dibawa semua..:D
Solo Nowadays
Rasanya aku terakhir kali di Solo januari lalu, tapi kok baru sekarang sadar ada beberapa hal baru di kota ini. Mungkin ga baru, aku-nya aja yg jarang ke sini :p
Di Solo sekarang banyak sekali klinik2 kecantikan. dari yang statusnya terakreditasi sampai terdegradasi *halaaaah*. Pas aku tanya ke mama, jawaban beliau: Pancen ngono kuwi, saiki ra ono wong elek ning kene, raine do kinclong kabeh. Terjemahannya kira2 begini: ya memang begitu, sekarang ga ada orang jelek di sini, mukanya bersinar semua. Tapi kok mama ga ikutan? "ngene wae bapakmu wis seneng kok" alias, Gini aja bapakmu dah suka kok. Huahahaha...GR stadium IV.
Di Solo banyak sekali warung dengan menu "steak", "rib", "tenderloin", "fish n chip". dari yg memang enak sampe abal-abal, dari yg empuk sampe yg kaya sandal jepit.
Mall memang masih dikit, Solo Grand Mall dan Solo Square, tapi pengunjungnya sudah banyak yg berlogat "luar Solo". Tandanya makin banyak calon investor. Sayangnya belum ada XXI :(
Eh walopun mall masiih dikit, tapi sekarang sudah mulai ada apartemen lho (bangga banget kesannya). Ya mungkin sekarang ga kerasa penting, tapi mengingat tingkat kepadatan yg tinggi, mungkin bbrp tahun ke depan demand untuk apartemen bisa meningkat.
Di Solo ada Hoka-hoka Bento :D:D baru buka tanggal 13 November kemarin di Solo Square. Walah diriku sudah mabok Hokben, ternyata di Solo malah baru buka :p
Mulai banyak jasa laundry kiloan, tarifnya Rp 3.000/kg. Tapi masih kalah sama Bandung, walopun tarif Rp 7.000/kg tapi mau sejauh apa juga ada jasa antar jemput cucian. Coba ya tarifnya dibuat Rp 4.000/kg tapi antar jemput, pasti org ga keberatan.
Semakin dikit org kampung deket rumah yg mau jadi ART poco'an alias pulang hari. huhuhu..kemana lagi harus mencari...*tangisan utinya Azki*
Sekarang ada armada bis kota kecil yang ber-AC jurusan Palur-Kartosuro (sejauh sekitar 26 km) dengan tarif jauh-dekat Rp 3.000. Susunan bangkunya persis banget sama metromini dan kopaja. Cuma ga pake ngebut, ga pake umpatan2 supir, ga ada rokok. tapi kelakuan ngetem masih ada, terutama di Pasar Klewer. dengan naik bis ini, pergi ke stasiun purwosari untuk naik kereta ke jogja, atau ke kerten untuk ganti bis ke semarang, jadi gampang.
Ada juga bis semacam bis transjakarta, namanya Batik Trans. Jalurnya yang arah barat-timur membentang sepanjang Jl. Slamet Riyadi, dengan halte khusus yang kecil kaya bilik telepon umum. Tapi jalur dari timur ke barat lewat mana ya? kok aku belum pernah lihat..Ga bisa review ya soalnya belum pernah naik.
Toko Batik tentunya makin menjamur. Untung ga perlu diobati pake daktarin, hehehe,
Sekolah2 sekarang tampilannya bagus baguuus..mulai dari sekolah reguler sampai level SSN (Sekolah Standar Nasional) ataupun RSBI (Rintisan Sekolah Bertarif, eeeh Bertaraf Internasional) yang ga jelas tujuannya itu,,, semuanya nampak makmur. Semoga kualitas didikannya sebagus tampilan fisik sekolah tsb yaa :)
Sekarang mudah sekali mencari kebutuhan muslimah: baju muslimah sampai fasilitas muslimah, macam salon dan kolam renang. Di dekat rumah, di kauman, ada salon yg judulnya salon khusus wanita, tapi kapsternya cowo. walahhh...sama aja boong dah. Alhamdulillah sekarang di kauman ada salon khusus muslimah,,*tapi belum nyoba masuk :p*
Soal kolam renang...ini nih, barusan tadi pagi nyobain kolam renang Isyka. tempatnya di area manahan. Di sini bener2 harus muslimah, bahkan yg ga pake hijab harus nyodorin KTP. Kolam renangnya ada dua, kolam anak (30 cm) dan kolam dewasa (1-1.3 m). airnya bersih banget, semi indoor (jadi berenang siang bolong pun ga masalah). Di sini bisa sewa alat renang: baju renang, pelampung papan, kacamata renang, pelampung leher untuk bayi, dan pelampung lengan. Yang ga ada tuh snorkle dan sepatu katak *ya eyyalaah, ini kan renang, bukan snorkling* tarif masuknya cuma Rp 10.000. Untuk azki kena Rp 7.500. Pelanggan kolam ini banyak keturunan Arab, yang baju sehari2nya lebar banget, bahkan ada yg pake cadar,,tapi begitu pake swimsuit keren banget dah gayanya :) di kolam ini baju renangnya musti sopan, harus berlengan dan bercelana minimal selutut. selain itu ga boleh poto-poto. Yaaah padahal dah bawa kamera buat motret Azki yang sudah girang banget renang di kolam dalam :(
Di Solo ada juga pedagang kaki lima, tapi sepertinya semuanya sudah ada yg ngatur. Maksudnya ga sembarang tempat ada orang jualan. bahkan ga ada org jualan rokok-permen-aqua di jalan raya.
Ada toko swalayan yang legendaris di sini, namanya Sami Luwes. Umurnya sekitar 40 tahun. kalo di Bandung mungkin setara dengan Swalayan Yogya. Toko ini maju pesat, yg bikin kaget adalah baju bayinya lucu lucuuuuu banget, dan murah (yg biasa belanja di Jakarta lgsg bisa mborong sekodi :D)
Eh ada lagi yg lucu. Kalo di Jakarta, kan ada tuh yg namanya polisi cepek, yg suka ngatur2 kendaraan di tikungan/putaran jalan yg rame. Di Solo juga ada, cuma yg ini legal, lgsg dari kepolisian. Lucunya apa? sudah dua kali aku melewati bapak ini, dan bapak ini selalu bilang "Monggooo" alias "Silakan" setiap mempersilakan kendaraan untuk lewat :D kayanya udah ikut kelas kepribadian nih si Bapak :D
Rapinya kota Solo rupanya membuatnya menjadi kota terpadat di Jawa Tengah. Nah lho, ga rapi salah, rapi juga salah..piye toh :D oya, bbrp minggu lalu pernah nonton acaranya Panji Pragiwa blablabla itu di komportv, eh MetroTV..di sana co-hostnya bilang, bagaimana kalo walikota Solo tukaran wilayah tanggung jawab sama Gubernur DKI..hehehe..sapa tau nanti metromini dipasangin AC semua *Amiiiiin*
Di Solo sekarang banyak sekali klinik2 kecantikan. dari yang statusnya terakreditasi sampai terdegradasi *halaaaah*. Pas aku tanya ke mama, jawaban beliau: Pancen ngono kuwi, saiki ra ono wong elek ning kene, raine do kinclong kabeh. Terjemahannya kira2 begini: ya memang begitu, sekarang ga ada orang jelek di sini, mukanya bersinar semua. Tapi kok mama ga ikutan? "ngene wae bapakmu wis seneng kok" alias, Gini aja bapakmu dah suka kok. Huahahaha...GR stadium IV.
Di Solo banyak sekali warung dengan menu "steak", "rib", "tenderloin", "fish n chip". dari yg memang enak sampe abal-abal, dari yg empuk sampe yg kaya sandal jepit.
Mall memang masih dikit, Solo Grand Mall dan Solo Square, tapi pengunjungnya sudah banyak yg berlogat "luar Solo". Tandanya makin banyak calon investor. Sayangnya belum ada XXI :(
Eh walopun mall masiih dikit, tapi sekarang sudah mulai ada apartemen lho (bangga banget kesannya). Ya mungkin sekarang ga kerasa penting, tapi mengingat tingkat kepadatan yg tinggi, mungkin bbrp tahun ke depan demand untuk apartemen bisa meningkat.
Di Solo ada Hoka-hoka Bento :D:D baru buka tanggal 13 November kemarin di Solo Square. Walah diriku sudah mabok Hokben, ternyata di Solo malah baru buka :p
Mulai banyak jasa laundry kiloan, tarifnya Rp 3.000/kg. Tapi masih kalah sama Bandung, walopun tarif Rp 7.000/kg tapi mau sejauh apa juga ada jasa antar jemput cucian. Coba ya tarifnya dibuat Rp 4.000/kg tapi antar jemput, pasti org ga keberatan.
Semakin dikit org kampung deket rumah yg mau jadi ART poco'an alias pulang hari. huhuhu..kemana lagi harus mencari...*tangisan utinya Azki*
Sekarang ada armada bis kota kecil yang ber-AC jurusan Palur-Kartosuro (sejauh sekitar 26 km) dengan tarif jauh-dekat Rp 3.000. Susunan bangkunya persis banget sama metromini dan kopaja. Cuma ga pake ngebut, ga pake umpatan2 supir, ga ada rokok. tapi kelakuan ngetem masih ada, terutama di Pasar Klewer. dengan naik bis ini, pergi ke stasiun purwosari untuk naik kereta ke jogja, atau ke kerten untuk ganti bis ke semarang, jadi gampang.
Ada juga bis semacam bis transjakarta, namanya Batik Trans. Jalurnya yang arah barat-timur membentang sepanjang Jl. Slamet Riyadi, dengan halte khusus yang kecil kaya bilik telepon umum. Tapi jalur dari timur ke barat lewat mana ya? kok aku belum pernah lihat..Ga bisa review ya soalnya belum pernah naik.
Toko Batik tentunya makin menjamur. Untung ga perlu diobati pake daktarin, hehehe,
Sekolah2 sekarang tampilannya bagus baguuus..mulai dari sekolah reguler sampai level SSN (Sekolah Standar Nasional) ataupun RSBI (Rintisan Sekolah Bertarif, eeeh Bertaraf Internasional) yang ga jelas tujuannya itu,,, semuanya nampak makmur. Semoga kualitas didikannya sebagus tampilan fisik sekolah tsb yaa :)
Sekarang mudah sekali mencari kebutuhan muslimah: baju muslimah sampai fasilitas muslimah, macam salon dan kolam renang. Di dekat rumah, di kauman, ada salon yg judulnya salon khusus wanita, tapi kapsternya cowo. walahhh...sama aja boong dah. Alhamdulillah sekarang di kauman ada salon khusus muslimah,,*tapi belum nyoba masuk :p*
Soal kolam renang...ini nih, barusan tadi pagi nyobain kolam renang Isyka. tempatnya di area manahan. Di sini bener2 harus muslimah, bahkan yg ga pake hijab harus nyodorin KTP. Kolam renangnya ada dua, kolam anak (30 cm) dan kolam dewasa (1-1.3 m). airnya bersih banget, semi indoor (jadi berenang siang bolong pun ga masalah). Di sini bisa sewa alat renang: baju renang, pelampung papan, kacamata renang, pelampung leher untuk bayi, dan pelampung lengan. Yang ga ada tuh snorkle dan sepatu katak *ya eyyalaah, ini kan renang, bukan snorkling* tarif masuknya cuma Rp 10.000. Untuk azki kena Rp 7.500. Pelanggan kolam ini banyak keturunan Arab, yang baju sehari2nya lebar banget, bahkan ada yg pake cadar,,tapi begitu pake swimsuit keren banget dah gayanya :) di kolam ini baju renangnya musti sopan, harus berlengan dan bercelana minimal selutut. selain itu ga boleh poto-poto. Yaaah padahal dah bawa kamera buat motret Azki yang sudah girang banget renang di kolam dalam :(
Di Solo ada juga pedagang kaki lima, tapi sepertinya semuanya sudah ada yg ngatur. Maksudnya ga sembarang tempat ada orang jualan. bahkan ga ada org jualan rokok-permen-aqua di jalan raya.
Ada toko swalayan yang legendaris di sini, namanya Sami Luwes. Umurnya sekitar 40 tahun. kalo di Bandung mungkin setara dengan Swalayan Yogya. Toko ini maju pesat, yg bikin kaget adalah baju bayinya lucu lucuuuuu banget, dan murah (yg biasa belanja di Jakarta lgsg bisa mborong sekodi :D)
Eh ada lagi yg lucu. Kalo di Jakarta, kan ada tuh yg namanya polisi cepek, yg suka ngatur2 kendaraan di tikungan/putaran jalan yg rame. Di Solo juga ada, cuma yg ini legal, lgsg dari kepolisian. Lucunya apa? sudah dua kali aku melewati bapak ini, dan bapak ini selalu bilang "Monggooo" alias "Silakan" setiap mempersilakan kendaraan untuk lewat :D kayanya udah ikut kelas kepribadian nih si Bapak :D
Rapinya kota Solo rupanya membuatnya menjadi kota terpadat di Jawa Tengah. Nah lho, ga rapi salah, rapi juga salah..piye toh :D oya, bbrp minggu lalu pernah nonton acaranya Panji Pragiwa blablabla itu di komportv, eh MetroTV..di sana co-hostnya bilang, bagaimana kalo walikota Solo tukaran wilayah tanggung jawab sama Gubernur DKI..hehehe..sapa tau nanti metromini dipasangin AC semua *Amiiiiin*
Naik Becak sama Uti
Selama berlibur di Solo, azki selalu pergi2 naik becak kalo sama uti. Sampai2 kalo lihat uti dia akan bilang, "naik becak yuk" hehehe..emangnya uti juragan becak?
Biasanya untuk naik becak, uti dan ibu bikin "appointment" dulu sama Azki. malam sebelum berangkat, atau pagi2 pas azki mau mandi. Nah kalo sudah gitu, ga bisa diralat lagi, misalnya jadi naik motor atau bis, atau angkot.
Selama di becak, Azki anteng banget. Malah ibu yang cerewet nunjuk2 ini-itu. Anehnya, walopun naik becak itu semilir kena angin, Azki ga bisa bobo lho. mungkin serius mengawasi kanan-kiri, hehe..Naik becaknya juga musti dipangku ibu. padahal kalo dipangku uti lebih empuk kaya duduk di sofa :D.
pernah juga naik becak pas hujan deras. nah kalo dah gini Azki tidur deh dipangku ibu :)
naik apa lagi yg belum ya? naik dokar sama kereta dalam kota Azki belum nyoba..ntar deh, liburan berikutnya, sudah mau pulang nih :(
Biasanya untuk naik becak, uti dan ibu bikin "appointment" dulu sama Azki. malam sebelum berangkat, atau pagi2 pas azki mau mandi. Nah kalo sudah gitu, ga bisa diralat lagi, misalnya jadi naik motor atau bis, atau angkot.
Selama di becak, Azki anteng banget. Malah ibu yang cerewet nunjuk2 ini-itu. Anehnya, walopun naik becak itu semilir kena angin, Azki ga bisa bobo lho. mungkin serius mengawasi kanan-kiri, hehe..Naik becaknya juga musti dipangku ibu. padahal kalo dipangku uti lebih empuk kaya duduk di sofa :D.
pernah juga naik becak pas hujan deras. nah kalo dah gini Azki tidur deh dipangku ibu :)
naik apa lagi yg belum ya? naik dokar sama kereta dalam kota Azki belum nyoba..ntar deh, liburan berikutnya, sudah mau pulang nih :(
Azki dan Toko Buku
Satu hal tentang Azki yang mirip ibu: girang banget kalo sudah masuk toko buku, apalagi kalo toko buku-nya gede, ber-AC, terang (kalo remang2 namanya warung pijet).
Kemarin sore ibu ngajak Azki main ke Gramedia Solo Square. Suasananya ya mirip lah sama Gramedia pada umumnya di Jakarta. Ibu langsung mengajak Azki puter2 di daerah rak buku anak dan vcd/dvd edutainment. Azki nunjuk2 dvd barney, elmo, mickey mouse, pocoyo...apapun yg pernah dilihat di rumah. Di bagian buku2 juga senang sekali menunjuk2 buku Upin-Ipin, buku ttg binatang, kendaraan, dan buku yg tokohnya Ali, keluaran Mizan. Azki ga terlalu minat sama buku2 fairy tales karena ibu juga ga pernah membelikan.
Karena Gramedia sekarang menyediakan kursi2 baca, maka ibu mengajak Azki baca buku di kursi. tentunya ga usah khawatir ditegur pramuniaganya yg jaman dulu suka sewot kalo pengunjung kelamaan baca di toko :p sekarang malah ditunjukin di mana bisa duduk :) Azki langsung deh keluar ramenya, sampe2 mas2 pengunjung ikutan ketawa. Kadang2 Azki memberi tahu ibu, "jangan duduk situ, nanti (tumpukan) buku(nya) jatuh" atau kalo ibu suka asal ngembaliin buku, Azki bilang, "bukan disitu, (tapi) taro sini tau'..", sambil membetulkan posisi buku yg tadi ibu taruh sembarangan :p. Kalau sudah dapat buku yang disuka, Azki akan membawanya sendiri sampai ke kasir. kadang malah ngomong, "beli satu aja tau', jangan banyak-banyak"
Perilaku Azki beda banget kalo di tempat umum. Di toko buku dia berani ngomong, tapi kalo selain toko buku, restoran misalnya, tiba2 jadi pendiam, malah menjurus rewel. Di tempat wisata malah jadi penakut, maunya nempel ke ibu. Wah wah, kayanya bakalan seperti ibu nih..
Kemarin sore ibu ngajak Azki main ke Gramedia Solo Square. Suasananya ya mirip lah sama Gramedia pada umumnya di Jakarta. Ibu langsung mengajak Azki puter2 di daerah rak buku anak dan vcd/dvd edutainment. Azki nunjuk2 dvd barney, elmo, mickey mouse, pocoyo...apapun yg pernah dilihat di rumah. Di bagian buku2 juga senang sekali menunjuk2 buku Upin-Ipin, buku ttg binatang, kendaraan, dan buku yg tokohnya Ali, keluaran Mizan. Azki ga terlalu minat sama buku2 fairy tales karena ibu juga ga pernah membelikan.
Karena Gramedia sekarang menyediakan kursi2 baca, maka ibu mengajak Azki baca buku di kursi. tentunya ga usah khawatir ditegur pramuniaganya yg jaman dulu suka sewot kalo pengunjung kelamaan baca di toko :p sekarang malah ditunjukin di mana bisa duduk :) Azki langsung deh keluar ramenya, sampe2 mas2 pengunjung ikutan ketawa. Kadang2 Azki memberi tahu ibu, "jangan duduk situ, nanti (tumpukan) buku(nya) jatuh" atau kalo ibu suka asal ngembaliin buku, Azki bilang, "bukan disitu, (tapi) taro sini tau'..", sambil membetulkan posisi buku yg tadi ibu taruh sembarangan :p. Kalau sudah dapat buku yang disuka, Azki akan membawanya sendiri sampai ke kasir. kadang malah ngomong, "beli satu aja tau', jangan banyak-banyak"
Perilaku Azki beda banget kalo di tempat umum. Di toko buku dia berani ngomong, tapi kalo selain toko buku, restoran misalnya, tiba2 jadi pendiam, malah menjurus rewel. Di tempat wisata malah jadi penakut, maunya nempel ke ibu. Wah wah, kayanya bakalan seperti ibu nih..
Subscribe to:
Posts (Atom)